Translate

Tuesday, 23 March 2010

LOVE SUNSHINE




episode terakhir...

Setelah berminggu-minggu Jian tidak berkunjung ke pantai Joveromana, ia tidak pernah bertemu dengan Steve, sehingga ia merasa sangat rindu. Meskipun terkadang steve membuatnya kesal karena keras kepala, egois, dan cukup kasar kata-katanya. tetapi hal itulah yang membuat Jian merasa rindu dan selalu teringat kepadanya.

Jian memutuskan untuk pergi mencari steve sore ini. Ia mencari ke segala sudut nyiur namun dia sama sekali tidak melihat wajah steve. Hingga malam tiba Jian masih menunggu kedatangan steve namun tak kunjung datang. sampai ibunya menelpon dan menyuruh Jian pulang. Akhirnya Jian terpaksa pulang dengan putus asa.

Sebelum tidur, Jian masih merasa sangat rindu kepada steve, ia terus memandangi nomor telepon itu sambil terus bergumam mengharap dia mendapat sms atau sekedar missed call dari steve.
" telepon gak ya?" tanya jian berulang-ulang
karena sudah tidak sanggup menahan lagi, dia mencoba untuk menghubungi nomor telepon itu, namun ternyata nomor itu sudah tidak di pakai lagi. Ia masih mencobanya secara berulang-ulang karena mungkin jaringan sedang trouble tetapi tetap saja gagal. Seketika itu, musnah segala rasa yang ada di hatinya, ia menyesal merindukan steve. Ia kembali membenci steve meskipun merasa kesdihan yang dalam.
" aku gak akan berharap kamu lagi!" gertaknya pada diri sendiri

.....................................................................................

Semenjak Jian tidak ke pantai, steve menjadi orang yang pemurung, ia tidak konsentrasi dalam pelajaran. Bahkan terkadang bertindak kasar pada teman-temannya. Sehingga semua orang menjauhinya. Keadaan ini seperti sebelum ia bertemu dengan Jian. Steve merupakan orang yang pendendam, pembenci, dan mudah tersinggung. Apalagi ketika seseorang bertanya tentang Papanya. Seolah-olah kata-kata ”papa” merupakan musuh yang sangat dia benci. Karena sejak ia berumur 6 tahun, ia kehilangan kasih sayang dari papanya. Orang yang sangat diinginkan dan didambakan oleh setiap aak kecil. Meskipun mamanya begitu menyayanginya, tetapi ia selalu merasa ada yang ganjil di hatinya. Ia membutuhkan cinta dan kasih sayang yang lebih, terkadang apabila ia iri tak segan-segan terucap kata-kata yang tak patut untuk di ucapkan.
Semenjak Jian hadir, ia bagaikan sosok pelipur hati bagi steve. Tempat ia mencurahkan isi hati, meskipun hanya lewat tulisan elektrik yang singkat. Tetapi sungguh mampu menghilangkan beban di hatinya. Steve sebenarnya sangat sekali merindukan kehadiran sosok yang seperti Jian. Pernah, suatu kali ia mengatakan akan menikahi Jian suatu saat. Ketika itu Jian hanya mencibirnya sebgai orang anak kecil yang berimpian terlalu tinggi, namun ketika steve mengatakan ia akan melamar Jian bila dia sudah berpenghasilan sendiri, itu membuat Jian cukup terharu. Itulah yang membuat Jian terpesona pada pria muda itu. Hingga ia terhenti dari lamunannya.
” kenapa semua orang tidak ada ngerti GUE, gak yang sayang GUE, apa salahku dari kecil sampai sekarang semuanya sama semua hanya omong kosong, kenapa tidak Kau cabut nyawaku saja Tuhan, aku lelah dengan semua ini, lelah, sangat lelah!”
Steve kembali teringat pada kata-kata Jian, bahwa betapa beruntungnya dia masih mempunyai ibu yang sayang yang mampu memenuhi kebutuhannya secara berkecukupan, di luar sana banyak anak-anak terlantar dan tidak punya orang tua serta tak pernah merasakan kasih sayang, tetapi mereka selalu berusaha bersyukur dan tetap tegar menghadapi cobaan demi cobaan. Begitulah seterusnya ia selalu teringat Jian. Lucas datang dan duduk disamping steve.
”mau apa LO!” bentak Steve
”stev, GUE pikir LO udah berubah ternyata masih saja sama dengan yang dulu, jujur sebagai temen GUE iba banget sama LO.”
”udah, Gue gak butuh kasihan dari LO!”
”OK, kalau kamu pingin aku pergi. Asal kamu tahu aja, semua anak di sekolah kita BENCI sama LO. Satu lagi, hanya satu yang ingin aku bilang. Kalau masih kaya gini, jangan harap akan mendapatkan ayah lagi,”
Senja menyapa, daun nyiur melambai-lambai angin sore mengajak pulang bersama, Steve masih duduk terdiam dengan pandangan tanpa arah. Dalam hatinya penuh dengan penyesalan yang mendalam. Semuanya terasa sunyi senyap hanya gelombang air laut yang bergemuruh.


...............................................................................................................................

Jian duduk di beranda kelas, sambil membaca-baca majalah. Jonathan duduk disebelahnya, karena asyiknya membaca Jain sama sekali tidak memperhatikan Jony, berkali-kali Jony mencoba untu berdehem-dehem. Tetapi Jian tetap tidak menghiraukannya.
”Jian.” panggil Jony
Jian menoleh dengan pandangan penuh tanya.
” ntar sore, ada acara gak?”
”gak, emang kenapa?”
”aku pingin ngajak kamu keluar.”
”ok, ntar jemput aku jam 4p.m.”
Jian melanjutkan membaca bukunya, seperti ia tidak begitu tertarik untuk berbicara dengan Jony bahkan tidak menanyakan kemana mereka akan pergi sehingga Jony akhirnya pergi begitu saja.
Jam 4 tepat, mereka telah sampai di Jevoromana. Jian terdiam dan tak beranjak dari tempat duduknya.
” kalau tahu mau kesini aku tolak mentah-mentah.” bisik Jian
”kenapa?”
”ah gak papa kok.”
Mereka pun berjalan-jalan menikamti panorama alam sore hari, beberapa saat bercanda dan sambil saling bercerita. Hingga tak terasa Matahari telah mulai turun, Tibalah saat untu pulang. Tiba-tiba Jonny memegnag kedua tangan Jian, hingga membuat ia terkejut.
” ehh, kenapa kamu pegang tanganku?” tanya Jian gugup
Jonny hanya terdiam dan terus memandangi Jian secara dalam dan cukup dalam seolah-olah hatinya saling bercakap-cakap. Jian hanya menunduk dan tersipu-sipu karena jonny masih menggenggam tangannya. Kemudian Jian menjadi brutal dan melepas genggaman Jonny.
”ngomong dong! Diem aja gak jelas gini mendingan kita pulang aja.” bentak Jian walaupun jantung terus berdebar
” sorry, kebawa suasana. Emmm....i love you jian, since first time we met. I remember you wear pink dresses when you registered to the university. And I will never forget it cause it’s very nice for me.”
Jian tersenyum kecil
“ I’m serious please.”
“kalau kamu bilang dari dulu, mungkin sekarang kita udah pacaran, hufhhh…( Jian menghembus nafas panjang) “
“jadi kamu udah punya pacar?”
Jian tidak menjawab hanya menatap Jonny, di mata jonny ia melihat steve. Kemudian ia memejamkan mata sejenak.
” kenapa bayang-bayangmu selalu menghantuiku, stev. Kenapa?” tanya Jian dalam hati
”Jian kamu gak papa?”
”gak papa.” jawab Jian sambil terus berangan-angan
”pokoknya aku harus ngelupain dia.” bisik Jian dalam hati
Sebenarnya, Steve memang sedang berada di belakang Jian, ketika ia menatap Jonny. Ia merasa sakit hati, ketika melihat Jian bersama laki-laki lain. Steve telah pergi ketika Jian menoleh ke belakang. Sehingga, dia membenarkan bahwa yang dia lihat tadi hanyalah sebuah bayangan dari apa yang dia rasakan sekarang ini.
Sebelum tidur, Jian masih teringat oleh kata-kata Jonny maupun oleh bayangan steve. Ia masih merasa rindu, dan berharap Steve akan menghubunginya lagi. Hingga air matanya menetes.
” seandainya, sekali saja kamu mengbungi aku. Aku akan maafin kamu.” harap Jian
Berulang kali ia mengamati handphone-nya, melihat setiap pesan dan segera membukanya dan sedih ketika melihat itu adalah orang lain atau bahkan call yang masuk beberapa panggilan ia abaikan. Setelah lamanya penantian itu, ia pun terlelap dalam kesedihannya. Ia silentkan handphone-nya.
Begitu juga steve, dalam hatinya penuh tanya siapakah laki-laki yang bersama Jian tadi sore dan ada hubungan apa diantara mereka sehingga terlihat begitu akrabnya. Jam 2 a.m. steve mencoba untuk menghubungi Jian. Berkali-kali ia menelpon namun tiada jawaban.
”mungkin dia sudah tidur, dia kan gak pernah terjaga lebih dari jam 10 malam.” gumam Steve menenangkan hatinya.

.........................................................................................................................................................

Pagi-pagi Jian bangun, ia begitu kagetnya mendapat beberapa missed call dari nomer yang tak dikenal.
” ini siapa sih, banyak banget missed callnya, untung hp nya aku silent jadi gak ganggu tidur pulasku.” kata Jian sambil menggerak-gerakkan badannya kemudian segera bergegas ke kamar mandi
Ayah dan adiknya sudah berada di meja makan, sedangkan ibu masih berada di dapur. Jian segera menempatkan diri duduk di samping adiknya. Dan segera mengambil nasi dan lauknya. Seketika itu Jian teringat nomer baru itu.
”jangan-jangan itu steve, ahh...tapi mana mungkin.” gumam Jian dalam hati sambil terus memainkan nasi di piringnya
”Ji, kamu apa-apaan sih, nasi tuh buat dimakan bukan buat maian.” tegur ibu sambil meletakkan segelas susu disampingnya.
”ia buk.” Jawab Jian malu
Setelah pulang kuliah, Jonny mengajaknya ke Joveromana lagi. Sebenarnya ia ingin menolak tetapi berhubung tadi Jonny sudah mentraktir teman-temannya pevie dan glorine. Terpaksa ia turuti, karena desakan kedua temannya itu. Jonny bertemu dengan salah satu rekan kerja papanya yang juga saudara jauhnya, sehingga otomatis dia berbincang-bincang dengan beliau. Jian memilih untuk berjalan-jalan sendiri dulu, karena tidak ingin dikenal-kenalkan dengan orang itu.
Tidak disangka juga, ia bertemu dengan steve. Begitu terkejutnya ia, hingga malah memalingkan diri.
”Jian, kamu udah lupa ya sama aku?”
”bukannya kamu yang lupa! Kamu sengaja ganti nomer kan, biar aku gak bisa menghubungi kamu lagi.”
” gak itu gak benar, karena nomerku tuh hilang. Jadi aku beli nomer baru. SWEAR......” kata steve penuh harapan
”terus kenapa kamu gak bilang ke aku kalau nomer kamu ganti?”
”Ji, aku pikir kamu bener-benar benci sama aku.”
”ia aku benci kamu! Karena kamu tuh egois, kamu selalu menganggap kamu yang paling benar, kamu juga menganggap kamu yang paling kuat. Kamu juga manusia steve, kamu butuh juga bantuan orang lain. Kenapa kamu lebih memilih untuk sendiri.”
”udahlah Ji, jangan mulai lagi. Aku gak ingin bertengkar sama kamu.”
”Ok, kalau gitu aku pergi.” kata Jian sambil beranjak pergi
”Ji, dengerin dulu. Semalam juga aku udah hubungin kamu tapi kamu gak diangkat.”
”ohh, jadi yang malam-malam missed call itu, ganggu banget tahu gak sih.” bentak Jian
”kok kamu gitu sih, aku gak bermaksud buat ganggu kamu, aku Cuma...”
”Cuma ingin ngebuat aku penasaran? fine......kamu tuh gak tahu steve, tiap hari aku selalu berharap pesan dari kamu setiap nomor baru aku tanya dan tak satupun menjawab kalau itu kamu” desak Jian
”Ia, 4 bulan sejak kita berpisah, sejak kamu gak pernah datang. Aku ngerasa kehilangan. Tapi kamu gak pernah tahu kan.sku tuh butuh kamu disamping aku.tapi kamu ngelupain aku begitu saja”
”steve, jujur aku sayang banget sama kamu, aku gak mungkin ngelupain kamu. Mungkin kamu adalah adikku yang kedua. Aku kasihan banget sama kamu, aku gak sampai hati buat ninggalin kamu.”
”Jian, aku butuh kamu lebih dari seorang kakak, aku harap suatu saat kamu akan mengerti.”
”ia, aku udah ngerti, karena aku cinta kamu.”
Steve tidak menjawab kalau dia juga mencintai Jian, tetapi ia hanya tersenyum senang seperti seorang anak kecil yang bahagia ketika bertemu ibunya. Dan memeluknya dengan begitu erat.
Keesokan harinya, Jian kembali ke pantai Jevoromana untuk bertemu pujaan hatinya. Tetapi ternyata Jonny sedang berada disana bercakap-cakap dengan beberapa temannya. Jian menjadi ikut berbincang-bincang dengan mereka beberapa saat. Namun Steve telah memperhatikan gerak-gerik mereka sejak tadi, terlihat akrab mungkin menurut steve cukup mesra. Meskipun sebenarnya tidak. Akhirnya Jian berpamitan kalau urusan penting, agar dia bisa segera menemui steve.
” Steve, udah dari tadi?” sapa Jian lembut
”ji, siapa laki-laki itu sebenarnya, kenapa kamu selalu bersama dia? Kamu bilang kamu cinta aku, tapi kamu jalan sama laki-laki lain. Kamu tuh pembohong Ji.”
”Steve dia Cuma temanku.” jawab Jian dengan santai
”kalau kamu cinta aku, kamu gak boleh bareng sama dia. Atau mungkin kamu tuh gak cinta sama aku.”
”kamu gak berhak bilang seperti itu, karena kamu bukan pacarku, kamu juga gak bilang kan kalau kamu cinta aku?jadi kamu gak berhak buat cemburu.”
”Ji, aku tuh gak mudah untuk nyatain cinta sama seseorang, aku butuh waktu buat mencintai kamu.”
”jadi akmu gak mencintai aku?” tanya jian sambil berkaca-kaca
”ia sekarang belum, tetapi nanti aku pasti akan mencintai kamu.
Tanpa pikir panjang Jian langsung pergi meninggalkan steve tanpa sepatah kata pun, ia merasa begitu kecewa dengan kata-kata steve, haruskah ia menunggu stve yang penuh ketidak pastian itu. Meskipun begitu ia masih tetap sabar dan masih mengharapkannya.
Setiap hari,Steve selalu mengirimkan pesan dengan sejuta pertanyaan apa saja yang ia kerjakan tanpa steve. Sehingga membuat Jian kesal dan bosan. Seolah-olah Steve mengatur segala tingkah laku Jian.
”dasar anak kecil, siapa LO ngatur-ngatur GUE kaya gini.” kata Jian smbil membanting HP-nya di tempat tidur.
Apalagi, ia sedang disibukkan oleh berbagai tugas. Tingkah laku Steve semakin menjadi-jadi. Ia semakin menjadi manja pada Jian. Akhirnya, Jian menon-aktifkan Hpnya, karena ingin konsentrasi belajar. Hingga beberapa waktu berlalu, ia ingin merefreshkan pikirannya dengan pergi ke pantai. Ia memberitahu steve terlebih dahulu.
”Ji, kenapa kamu gak pernah kesini dan Hp kamu selalu non-aktif, apa kamu selalu berkencan dengan laki-laki itu lagi!”
”Steve, udah deh. Aku benar-benar sibuk bikin tugas. Kenapa sih kamu gak pernah ngertiin aku.”
”kamu yang gak ngertiin aku, seharian aku selalu nunggu kamu disini, tapi kamu gak pernah datang.”
”terserah ldeh kamu mau ngomong apa, aku udah males banget buat bertengakar, lebih baik aku pergi aja.” kata Jian
”Ji, kenapa menghindar? Bilang aja kamu kencan sama cowok itu.”
”ia kenapa? Cemburu lagi? Aku gak kan peduli lagi sama kamu, toh kamu juga gak cinta kan sama aku.”
”ok,ok, aku............cinta...........kamu.”
Jian tertegun mendengar ucapan Stev yang terlihat begitu berat dan setengah malu-malu.
”aneh banget sih, kaya terpaksa gitu deh.”
”Jian, I Love You goldheart girl....”
“ Aku gak percaya sama kamu Stev. Nada bicara kamu gak meyakinkan.”
”Ji, aku dengan mudah saja membohongi orang lain, tapi aku gak bisa membohongi kamu. Tak sseorang pun yang pernah mengubah aku hingga seperti ini.”
”tenang aja, walaupun kamu gak cinta aku, aku akan selalu dukung kamu, support kamu sampai kamu sukses. Lihat sendiri kan aku gak akan ninggalin samapi kamu berhasil. Satu lagi aku percaya sebenarnya kamu baik, hanya saja kamu kurang kasih sayang kamu kurang cinta dari seseorang yang selama ini kamu dambakan.”
” Ji, kenapa kamu bisa cinta aku? i’m bad boy, i’m a brokenhome child, i’m also not rich.....but you’re good girl from good family, everybody love you and you’re so pretty.”
“ssssssssssssst….kita tuh harus bersyukur dengan apa yang kita miliki, ayah atau ibu atau bahkan keduanya adalah anugrah. Jangan benci papamu stev, bagaimanapun juga tanpa dia kamu gak akan pernah ada.”
”tapi dia telah menghancurkan ibu dan aku.”
”percayalah pada Tuhan, Dia tau apa yang terbaik untuk kita.”
”Ji, janji ya kamu akan mencintai aku untuk selamanya?”
Jian tersenyum kecil
”I’m doubt with you, kamu masih terlalu muda untuk membicarakan masalah cinta sejati. Lagian kita pasti bakalan sering bertengkar nantinya.” canda Jian
”aku juga gak yakin sama kamu, kamu tuh cepat berubah walau dalam dalam sedetik.”
”then, i wish you’ll better than me someday.”
“No dear, Just wish you’re the one and the best for my heart forever.”
Keduanya menampakkan wajah bahagia, tak terasa mentari sore hampir tenggelam. Beberapa bintang sudah terlihat bersinar, bulan masih remang-remang dan hanya terlihat seperti sabit. Tetapi terlihat begitu indah. Sunset berwarna kuning kemerahan itu akan segera menghilang. Tetapi cinta dan kasih sayang sejati akan tumbuh kembali seiring berjalannya waktu. Tidak peduli dimanakah ia berada dan ia berasal karena waktu yang akan membuktikan segala keajaiban dari sang penciptanya. seperti matahari yang bersinar dengan terangnya dan begitu perkasa, namun itu belum seberapa di bandingkan Tuhan sang pencipta alam semesta Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

” Setelah lulus SMA, Steve melanjutkan Kuliah di Jerman, tempat papanya dulu berasal. Ia berharap bisa menemukan papanya. Sementara itu Jian akan terus setia menunggu, sampai suatu saat takdir menjawab bahwa Georgianna Schue dan Stephen Romenlord adalah cinta sejati.”

Sepenuhnya aku percaya kepadamu, bila cinta ini benar aku akan menunggu kedatanganmu, tapi bila tidak benar. Dan kamu melupakanku. I wish you will get happily ever after with someone you like most. Love is you and you’re the love. God will spread his love through sunshine love come magic.

Bila kau sabar menanti, aku akan menjemputmu dengan cinta sejati. Tetapi bila kau telah memilih seseorang sebelum aku, i will try to forget you. Buatlah dia bahagia selamanya. Kamu bilang cintaku seperti sunset? Tahukah kamu sunset itu indah seperti sebuah diamond di sore hari. You’re so good in my eyes, I never meet a girl like you by here before




THE END.

No comments:

Post a Comment