
by Jen brietta
Episode 2
Pukul 08.00, Jian sempatkan pergi ke perpustakaan walaupun sekedar membaca-baca majalah atau tabloid, meskipun ia cukup merasa bosan. Pevie duduk di sebelahnya sambil sms-an.
“ ji, aku dapat nilai c lagi nih, sebel, padahal kan udah belajar tiap hari kok gak ngefek ya.”
“ ngapain mikirin nilai! Bikin stress aja, hidup udah susah jangan dibikin ribet lagi.” gerutu jian
“ lho kok jadi LO yang ketus gitu sih, ada masalah ya?”
“ aku? Sorry ya gak maksud gitu, emang beneran ya aku sensitiv? Atau pemarah?” tanya jian
” gak kok, biasa aja.”
Jian teringat kata steve sebelum dia pergi, ” ji, kamu cewek terburuk yang pernah aku temuin!”
” mungkin benar kata anak kecil itu, aku cewek yang terburuk di dunia ini.”gumam jian menunduk sedih.
Setelah pulang kuliah, Jian pergi ke Jevoromana beach. Ia duduk di bebatuan tepi laut, sambil memandang kesana-sini di sekitar pohon kelapa. Kemudian tertunduk, seperti tengah putus asa.
”cari siapa?”
Jian tertegun, seperti mengenali suara itu. Ia mencoba mencari darimana arah suara itu berasal.
“steve kamu disini?” tegur jian pelan
“ia, apakah kamu keberatan?”
Jian menggelengkan kepala, dan memandang jauh ke arah laut. Mengisyaratkan Steve untuk duduk di sampingnya.
”aku boleh tanya gak?” kata jian
”tentu, aku harap kita gak bertengkar lagi.”
Jian tersenyum, ” kamu tuh asli mana sih?”
” aku dari eropa, mungkin kamu gak bakalan percaya, karena aku juga gak begitu mahir berbahasa inggris.”
” hmm...emang sulit dipercaya, tapi dari mata kamu aku yakin kamu gak bohong.”
Steve tersenyum menatap Jian secara mendalam, mereka hanya terdiam seolah-olah berbicara dari hati ke hati. Tapi kemudian jian menunduk.
” terus, kemarin-kemarin kamu bilang gak punya papa, maksudnya gimana?” tanya jian
” ceritanya panjang...”
Steve menceritakan kisahnya tanpa rasa ragu kepada jian. Berawal dari pertemuan antara Julia Hapsari seorang mahasiswi yang mendapat beasiswa kuliah di luar negeri bertemu dengan Joseph Steviolord, kemudian menikah di luar negeri karena perbedaan agama dan tanpa persetujuan orang tua. Mereka saling mencintai satu sama lain. Setelah steve berumur 5 tahun, Julia berniat membawa keluarganya ke Indonesia. Tapi ternyata orang tua Julia masih tetap tidak menyetujui hubungan mereka. Julia berusaha untuk tetap tinggal di Indonesia dan membujuk hati orang tuanya. Satu tahun kemudian, Joseph kehabisan masa berlaku passportnya ia diusir untuk kembali ke negaranya. Namun sejak saat itu Joseph tidak pernah menghubungi Julia lagi. Ketika ia ke luar negeri pun, para tetangganya mengatakan Joseph dan keluarganya pindah ke luar negeri.
”begitulah, Joseph meninggalkan mamaku.” kata Steve sedih
”papa kamu kejam banget ya.”
”shut up! Aku dah bilang aku gak punya papa ji.”
Jian terdiam mendengar kisah steve yang sangat menyedihkan, betapa beruntungnya jian, ayah dan ibunya hidup harmonis.
Malam, sebelum tidur Jian masih terbayang wajah Steve yang begitu polos namun penuh rasa dendam, benci yang terasa sangat dalam dan kuat. Seolah-olah hatinya selalu berkobaran api.
...............................................................................................................................................
Jian mengerjakan sebuah makalah tentang masalah mix race atau pernikahan antar negara. Tiba-tiba saja Michael duduk di sebelahnya.
”Ji, sibuk banget lagi nulis apaan?”
”mickey mouse, keep away from me, boy!”
“kalau GUE micky LO Minnie boleh juga.” Michael tertawa lepas
Jian hanya mencibir.
“ oh ya, kamu ceweknya jo-jo ya?”
“ what’s? jonathan, gak banget deh.”
“udahlah gak usah bohong lagi, jo-jo udah nyebarin ke seluruh kampus, kalau kamu tuh ceweknya, kalau gak percaya tanya aja pevie.”
Jian beranjak dari duduknya, dia mendapat sms dari pevie kalau jonathan dan Phillips sedang berkelahi. Dia bergegas menemui mereka yang sedang berada di arena VIP cross race. Jonathan dan Phillips sangat kencang dan saling mengalahkan.
“Bruuuuuuuuuuuaaaakkkkkkk………..” Jonathan terpelanting di tikungan disusul Phillips dan kedua mobil itu meledak dan terbakar. Beruntung team safety campuss segera bertindak, sehingga mereka terselamatkan meskipun dalam keadaan kritis.
Selama seminggu penuh Jian selalu meluangkan waktunya untuk menjenguk kedua temannya itu di rumah sakit. Apalagi mereka berdua sudah sadar, walaupun masih dalam perawatan intensif.
Suasana kembali sunyi, jian berdiri di balcony kamarnya. Memandang ke langit yang penuh bintang, ke depan yang penuh lampu rumah penduduk dan iring-iringrn mobil yang silih berganti. Angin begitu lembut membelai rambutnya hingga menari-nari.
HP jian berbunyi, ” ada sms.”
Jian tersenyum simpul namun tak membalas sms itu.
” Steve, I wish you tommorow see a great lovely shine that’ll brightening along your time”
Steve menjadi the best personal dalam capture of nature photographer. Semua guru dan teman-temannya memberikan ucapan selamat kepada Steve. Hampir semua gadis di sekolah itu ingin mencoba berfoto-foto dengan steve namun di halangi oleh beberapa gank girls.
” selamat ya Steve, ntar malam mau gak jalan sama aku.....ini nomerku kalau minat aku jemput deh?” kata evelyn sambil memberikan sobekan kertas kecil sambil mengedipkan matanya merayu.
” Steve, you’re so cool babe. Selamat ya.” Kata Sophie sambil mencium bibir steve secara spontan dan memeluknya,
“ wow, pakai ciuman segala…mau donk!” kata Lucas
“ihh… ogah, aku kan Cuma suka sama steve.” Sophie mencoba menciumnya lagi namun steve menghindar karena Cathania menghampirinya.
“ congrat steve”
“thanks Cathy, ntar malam ikut pesta dansa kan?”
”ia tentu, sekalian mau lihat pantai yang baru itu Joveromana. “
Malam ini, Jian berjalan-jalan dengan pevie dan glorine di pantai Joveromana. Mereka berniat untuk memancing ikan segar untuk dibuat ikan bakar.
” Ji, lihat tuh tumben ya caffetarianya rame banget, kaya pesta aja.” kata glorine
”eh lihat yuk, siapa tahu kita di kasih.” bujuk pevie
Glorine dan pevie menarik dengan paksa jian ke pesta itu. Betapa terkejutnya, melihat Steve begitu mesranya dan match berdansa dengan seorang gadis yang begitu cantik dan elegant. Steve melihat Jian dan segera menghampirinya.
”jian, kebetulan banget kamu disini. Ini pesta aku karena berkat semuanya aku jadi juara umum capture of nature.” kata steve senang
”dasar bule, sukanya pesta mulu. Gak ada bedanya sama yang lain!”
Jian pergi begitu saja tanpa mempedulikan teman-temannya.
” kenapa sih tuh cewek, kerjaannya marah terus.”
” maafkan jian ya, dia tuh emang lagi sensitiv.” kata pevie
”ia sorry.” tambah glorine
Heart says : i love you as a SUNSHINE will keep your light all day, but you take me as SUNSET always dark and lost from your eyes.
By. Jian
Heart says : nobody knows, even me. What I feel is vague. Next to you I’ll get sick, but without you I feel lonely. DO YOU THINK I’M FINE?
By. Steve
(bersambung)
No comments:
Post a Comment