Saat aku selalu ingin didekatmu
ku selalu ingin menyayangi mu
namun kau tutupi hatimu. . .
Kini telah ku dapatkan pilihan cinta
dan ku juga bahagia bersamanya
Kau ingin aku kembali kepadamu. . .
Apa yang sebenarnya kau mau
kau pikir dunia ini milikmu
yang bisa kau mainkan sesuka hatimu. .
Ch.
seharusnya kau tau
ku tak mungkin bersamamu lagi
cukup sudah kau biarkan aku mengejar cintamu tak pasti
tak usah lagi kau memintaku
memberikan sebuah kesempatan kedua kali
karena semua sudah tak berarti lagi untukku. .
Biar aku dan cintaku masih ada
namun tak kan ku lakukan kesalahan yang sama. .
Ost:"Key i love you'', by: Ara
Monday, 28 February 2011
AKHIR SEBUAH CERITA
Aku yang kini terluka
Saat kau katakan kau pilih dirinya
Mungkin, ini memang salahku
Yang terlalu percaya pada kekuatan cinta
Hingga ku tak tahu
Kau telah permainkan hatiku dibelakangku
Ch.
Cinta, kau begitu tega menghianatiku
ketika ku begitu sangat mencintaimu
tak pernah kurasakan cinta sedalam ini setulus ini
mungkin ini benar karena karma
karena dulu ku pernah banyak mempermainkan wanita
namun betapa hancurnya hatiku
tak bisa ku dapatkan cinta sejatimu
di akhir sebuah cerita dalam hidupku..
ost_key_i_love_you_by:the wildlion
Saat kau katakan kau pilih dirinya
Mungkin, ini memang salahku
Yang terlalu percaya pada kekuatan cinta
Hingga ku tak tahu
Kau telah permainkan hatiku dibelakangku
Ch.
Cinta, kau begitu tega menghianatiku
ketika ku begitu sangat mencintaimu
tak pernah kurasakan cinta sedalam ini setulus ini
mungkin ini benar karena karma
karena dulu ku pernah banyak mempermainkan wanita
namun betapa hancurnya hatiku
tak bisa ku dapatkan cinta sejatimu
di akhir sebuah cerita dalam hidupku..
ost_key_i_love_you_by:the wildlion
Thursday, 10 February 2011
Dia yang Kau dambakan
Tak pernahkah kau menyadari
kau buatku semakin terluka
ketika kau ingin aku selalu di dekatmu
tak pernahkah kau merasakan
aku yang selalu menahan perasaan
ketika kau anggap aku sebagai diarimu
yang kau selalu berikan kata kata curahan. .
Ch.
Kau ceritakan kepadaku tentang dia
kau tanyakan kado terindah untuk dia
kau inginkan aku mengenalnya
agar ku bisa mengerti betapa dia dia. .
Yang selalu kau dambakan. .
Tak tahukah kau ku selalu cemburu
setiap kali kau sebut namanya
namun, kau inginkan aku mengenalnya
agar aku bisa mengerti
betapa dia dia. . .
Yang selalu kau dambakan. . .
Ku ingin katakan cukup sudah
ku tak bisa lagi berada disini
menahan segalanya yang membuatku semakin tersiksa. . .
Namun, mengapa kau selalu inginkan aku tuk mengenalnya. . .
Ost_my_lovestory_arin_alba
kau buatku semakin terluka
ketika kau ingin aku selalu di dekatmu
tak pernahkah kau merasakan
aku yang selalu menahan perasaan
ketika kau anggap aku sebagai diarimu
yang kau selalu berikan kata kata curahan. .
Ch.
Kau ceritakan kepadaku tentang dia
kau tanyakan kado terindah untuk dia
kau inginkan aku mengenalnya
agar ku bisa mengerti betapa dia dia. .
Yang selalu kau dambakan. .
Tak tahukah kau ku selalu cemburu
setiap kali kau sebut namanya
namun, kau inginkan aku mengenalnya
agar aku bisa mengerti
betapa dia dia. . .
Yang selalu kau dambakan. . .
Ku ingin katakan cukup sudah
ku tak bisa lagi berada disini
menahan segalanya yang membuatku semakin tersiksa. . .
Namun, mengapa kau selalu inginkan aku tuk mengenalnya. . .
Ost_my_lovestory_arin_alba
Sunday, 9 January 2011
Menepati kesetiaanku
kau langkahkan kakimu
menjauh dari diriku
kau angkat koper hitammu
setelah kau kecup keningku
sempat kau ucapkan kata perpisahan
dan mengatakan kau akan kembali kepadaku
aku pun berjanji
akan menunggumu disini
menunggumu datang kembali
ch.
aku berdiri disini menunggumu
menanti kehadiranmu
meski ku tak tahu apakah kau masih mengingatku
meski musim silih berganti
ku akan terus menantimu
hanya untuk menepati kesetiaanku
padamu....
jika memang kaulah takdir hidupku
tak kan pernah ku menyesal
dengan semua pengorbananku...
hanya untuk menepati kesetiaanku...
sempat kau ucapkan kata perpisahan
dan mengatakan kau akan kembali kepadaku
aku pun berjanji
akan menunggumu disini
menunggumu datang kembali
by jenny Aletta
menjauh dari diriku
kau angkat koper hitammu
setelah kau kecup keningku
sempat kau ucapkan kata perpisahan
dan mengatakan kau akan kembali kepadaku
aku pun berjanji
akan menunggumu disini
menunggumu datang kembali
ch.
aku berdiri disini menunggumu
menanti kehadiranmu
meski ku tak tahu apakah kau masih mengingatku
meski musim silih berganti
ku akan terus menantimu
hanya untuk menepati kesetiaanku
padamu....
jika memang kaulah takdir hidupku
tak kan pernah ku menyesal
dengan semua pengorbananku...
hanya untuk menepati kesetiaanku...
sempat kau ucapkan kata perpisahan
dan mengatakan kau akan kembali kepadaku
aku pun berjanji
akan menunggumu disini
menunggumu datang kembali
by jenny Aletta
My Love story
Episode Memorize
Langit mulai bertambah kelam, bintang-bintang juga semakin terlihat terang. angin pun bertiup pelan lembut penuh kasih seolah mengerti apa yang sedang di rasakan gadis bermata coklat terang itu. Ia bangun dari tempat tidurnya dan menuju ke balcony kamarnya memandang ke sekeliling dunia, semuanya tampak tenang tak seperti biasanya begitu dingin dan menusuk tubuh. Tiba-tiba saja pikirannya melayang-layang entah kemana.
Sepulang dari kampus Sasya ingin beristirahat, namun Alvin memaksanya untuk menemaninya makan siang. Walaupun ia merasa begitu lelah, ia sempatkan untuk menemani kekasihnya itu. Ia berusaha menutupi keletihan itu dengan tersenyum manisnya saat Alvin menceritakan semua tentang pengalamannya.
“ Beib, tau gak rata-rata nilai tryout-ku 90.” Kata Alvin bangga
“ udah deh gak usah terlalu bangga, aku juga dulu segitu kok.” Kata Sasya menggoda
“ OK! Lihat aja ntar siapa yang lebih….” Kata Alvin dengan nada marah
Sasya teringat bagaimana keras kepalanya mantan kekasihnya itu, bagaimana gayanya berbicara yang selalu membandingkan dirinya dengan Sasya, seperti seorang anak kecil yang selalu bangga bila di puji oleh ibunya. Itulah yang ia rasakan saat itu.
Bulan ini Sasya harus menghadapi ujian semester, ia berusaha untuk berkonsentrasi untuk itu, namun 2 bulan lagi kekasihnya juga akan menjalani ujian masuk akademi militer. Ia selalu mengatakan membutuhkan dukungan Sasya secara total, kapanpun ia ingin bertemu Sasya ia harus bersedia, hingga setiap malam pun Sasya harus merelakan diri membuka mata hatinya untuk mendengarkan curahan-curahan kekasihnya itu karena ia telah berjanji bila kekasihnya tidak menggangu perkuliahannya, ia akan memberikan waktu malam sepenuhnya untuk dirinya.
Setelah ujian selesai, ternyata sasya mendapatkan nilai yang jelek hampir semua mata kuliah tidak ada yang lulus akhirnya ia harus mengulang ujian kedua. Saat inilah ia merasa marah pada Alvin, malam sabtu ketika hang out bersamanya spontan saja keluar kalimat “ KITA PUTUS ”
“ kenapa putus? Apa salahku beib?” kata Alvin bingung
“ cukup, aku sudah bosan diperlakukan seperti ini, kamu tuh gak pernah mengerti perasaanku, kamu selalu seenaknya memaksa aku, selalu marah ketika aku berbeda dengan pendapatmu.”
“ Aku selalu mengerti kamu, aku sayang banget sama kamu, sungguh. ” Kata Alvin meyakinkan
“ udahlah lebih baik kita pisah dulu, aku pingin focus dengan kuliahku, nanti setelah kamu pindah ke luar kota kamu pasti akan mendapatkan yang lebih baik dari aku.”
“GAK!!! Aku udah cari ke penjuru dunia, tapi aku Cuma sayang and cinta sama kamu, aku benar-benar membutuhkan kamu di dekatku, jangan tinggalin aku beiby.” Pinta Alvin dengan memegang tangan Sasya penuh harapan.
Spontan saja ia mengatakan semua perbuatan yang pernah ia lakukan kepada Sasya, dan ia dengan begitu polos meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi semua itu.
“ maaf Alvin, aku gak bisa memberikan support lagi. aku juga masih terpuruk, aku harus memperbaiki diriku sendiri. Aku yakin kamu pasti lebih berhasil tanpa aku, bukankah kamu bilang sendiri kamu yang paling hebat”
“ tapi… “
Sasya menggelengkan kepala mengisyaratkan kepada Alvin bahwa ia tidak mempunyai harapan lagi.
“ kamu tega banget beib, kenapa gak sekalian dari dulu kamu putusin aku, kamu emang sengaja ingin membunuh aku atau ingin balas dendam karena nilai kamu jelek? “ kata Alvin dengan nada tinggi namun serak terbata-bata.
Mengingat hal itu, Sasya meneteskan air matanya lagi, ia melihat kalender yang terpajang di kamarnya betapa jelas lingkaran spidol warna merah itu pada tanggal 16 belum begitu lama. Semua terjadi begitu saja,namun tampaknya ia mulai merasa yang dilakukannya adalah hal yang benar, karena tak satupun janji mantan kekasihnya itu terpenuhi. Semua kata-katanya hanyalah fiksi, yang hanya membuat Sasya semakin menyesal dan sakit hati dengan semua pengorbanan yang telah ia lakukan.
Langit mulai bertambah kelam, bintang-bintang juga semakin terlihat terang. angin pun bertiup pelan lembut penuh kasih seolah mengerti apa yang sedang di rasakan gadis bermata coklat terang itu. Ia bangun dari tempat tidurnya dan menuju ke balcony kamarnya memandang ke sekeliling dunia, semuanya tampak tenang tak seperti biasanya begitu dingin dan menusuk tubuh. Tiba-tiba saja pikirannya melayang-layang entah kemana.
Sepulang dari kampus Sasya ingin beristirahat, namun Alvin memaksanya untuk menemaninya makan siang. Walaupun ia merasa begitu lelah, ia sempatkan untuk menemani kekasihnya itu. Ia berusaha menutupi keletihan itu dengan tersenyum manisnya saat Alvin menceritakan semua tentang pengalamannya.
“ Beib, tau gak rata-rata nilai tryout-ku 90.” Kata Alvin bangga
“ udah deh gak usah terlalu bangga, aku juga dulu segitu kok.” Kata Sasya menggoda
“ OK! Lihat aja ntar siapa yang lebih….” Kata Alvin dengan nada marah
Sasya teringat bagaimana keras kepalanya mantan kekasihnya itu, bagaimana gayanya berbicara yang selalu membandingkan dirinya dengan Sasya, seperti seorang anak kecil yang selalu bangga bila di puji oleh ibunya. Itulah yang ia rasakan saat itu.
Bulan ini Sasya harus menghadapi ujian semester, ia berusaha untuk berkonsentrasi untuk itu, namun 2 bulan lagi kekasihnya juga akan menjalani ujian masuk akademi militer. Ia selalu mengatakan membutuhkan dukungan Sasya secara total, kapanpun ia ingin bertemu Sasya ia harus bersedia, hingga setiap malam pun Sasya harus merelakan diri membuka mata hatinya untuk mendengarkan curahan-curahan kekasihnya itu karena ia telah berjanji bila kekasihnya tidak menggangu perkuliahannya, ia akan memberikan waktu malam sepenuhnya untuk dirinya.
Setelah ujian selesai, ternyata sasya mendapatkan nilai yang jelek hampir semua mata kuliah tidak ada yang lulus akhirnya ia harus mengulang ujian kedua. Saat inilah ia merasa marah pada Alvin, malam sabtu ketika hang out bersamanya spontan saja keluar kalimat “ KITA PUTUS ”
“ kenapa putus? Apa salahku beib?” kata Alvin bingung
“ cukup, aku sudah bosan diperlakukan seperti ini, kamu tuh gak pernah mengerti perasaanku, kamu selalu seenaknya memaksa aku, selalu marah ketika aku berbeda dengan pendapatmu.”
“ Aku selalu mengerti kamu, aku sayang banget sama kamu, sungguh. ” Kata Alvin meyakinkan
“ udahlah lebih baik kita pisah dulu, aku pingin focus dengan kuliahku, nanti setelah kamu pindah ke luar kota kamu pasti akan mendapatkan yang lebih baik dari aku.”
“GAK!!! Aku udah cari ke penjuru dunia, tapi aku Cuma sayang and cinta sama kamu, aku benar-benar membutuhkan kamu di dekatku, jangan tinggalin aku beiby.” Pinta Alvin dengan memegang tangan Sasya penuh harapan.
Spontan saja ia mengatakan semua perbuatan yang pernah ia lakukan kepada Sasya, dan ia dengan begitu polos meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi semua itu.
“ maaf Alvin, aku gak bisa memberikan support lagi. aku juga masih terpuruk, aku harus memperbaiki diriku sendiri. Aku yakin kamu pasti lebih berhasil tanpa aku, bukankah kamu bilang sendiri kamu yang paling hebat”
“ tapi… “
Sasya menggelengkan kepala mengisyaratkan kepada Alvin bahwa ia tidak mempunyai harapan lagi.
“ kamu tega banget beib, kenapa gak sekalian dari dulu kamu putusin aku, kamu emang sengaja ingin membunuh aku atau ingin balas dendam karena nilai kamu jelek? “ kata Alvin dengan nada tinggi namun serak terbata-bata.
Mengingat hal itu, Sasya meneteskan air matanya lagi, ia melihat kalender yang terpajang di kamarnya betapa jelas lingkaran spidol warna merah itu pada tanggal 16 belum begitu lama. Semua terjadi begitu saja,namun tampaknya ia mulai merasa yang dilakukannya adalah hal yang benar, karena tak satupun janji mantan kekasihnya itu terpenuhi. Semua kata-katanya hanyalah fiksi, yang hanya membuat Sasya semakin menyesal dan sakit hati dengan semua pengorbanan yang telah ia lakukan.
Thursday, 23 December 2010
mylovestory
episode : Broken Heart 2
Sudah hampir dua bulan Sasya tidak mendapat kabar tentang Alvin, semenjak ia masuk ke militer, Alvin memang jadi jarang menemui Sasya. namun hal itu dapat dimaklumi Sasya karena tentunya ia pasti menjadi sangat sibuk, apalagi saat mendengar cerita-cerita Alvin, ia menjadi yakin kalau benar-benar tidak ada waktu untuk mencari hiburan bahkan seorang kekasih baru. Hal ini membuat Sasya selalu optimis mengharapkan Alvin bisa kembali lagi, karena ia masih sangat menyayanginya. Biasanya ia tidak suka untuk menghubungi Alvin duluan karena ia juga takut mengganggu aktivitasnya yang padat. Tetapi untuk malam ini rasa rindunya pada Alvin tidak bisa ditahan lagi, ia ingin mendengar suaranya. Beberapa kali berpikir akhirnya Sasya menguatkan niatnya untuk menelpon Alvin.
(tut…tut…tut) lama sekali Alvin tidak mengangkat teleponnya.
“hufhh..mungkin dia lagi sibuk.” Gumam Sasya putus asa namun sembari mengulangi menelpon ulang Alvin ke handphonenya, tak lama kemudian Alvin mengangkatnya, tetapi terdengar suara berisik sekali. Kemudian hanya terdengar langkah sepatu berjalan Alvin belum mengatakan sepatah katapun.
“ halo, ini siapa ya?” Tanya Alvin
Mendengar kata itu Sasya menjadi cukup sedih, ternyata Alvin sudah menghapus nomernya. Ia menghela nafas panjang untuk menjaga perasaannya.
“ini Alvin kan? Aku Sassya.”
“oh Sassya kirain siapa, maaf ya baru nganterin ‘GF’ aku pulang nih.” Kata Alvin dengan santai
Sungguh kata-kata Alvin yang kedua ini membuat kaku sekujur tubuh Sasya, bagaimana tidak kalimat yang terlontar itu seolah-olah Alvin tidak pernah menyukainya sebelum itu, ia benar-benar sangat sakit hati, karena ternyata semua dugaannya salah dan karena ia sangat terlalu berharap untuk kembali lagi. Ia menjadi menyesal mengetahui hal itu. Sekilas ia hanya terdiam, tidak tahu harus berkata apa lagi.
“oh gitu…”
“hmm, terus ada apa nih tumben banget calling?”
“gak papah, cuman pingin tahu kabar kamu udah lama ngilang gitu ajah.”
(ha ha ha) Alvin tertawa yang dibuat-buat
“baik aja, nomer kamu tuh dihapus Mery…eh maksudnya kehapus.”
“iah tahu kok, ya udah kamu pasti capek kan, udah dulu yah, good night.” Kata Sasya pelan dan lesu.
“O.K. Night too dear sweet dreams.” Kata Alvin menutup Hp-nya
Begitu mudahnya ia menggunakan kalimat-kalimat itu. Sasya teringat kembali semua flashback kisah cintanya dengan Alvin. Tak disadari air matanya pun terurai, ia biarkan begitu saja membasahi pipinya. Ia sandarkan dirinya ke dinding dan menekuk tubuhnya seperti orang kedinginan.
“manis sekali ucapannya, seperti sedikitpun tak ada rasa dendam padaku, mengapa bisa seperti itu, kalau begitu caranya aku akan semakin mengharapkannya. kalau saja dia bisa membuatku membencinya, aku akan sangat berterima kasih.” Gumam Sassya sambil tersedu-sedu.
Sudah hampir dua bulan Sasya tidak mendapat kabar tentang Alvin, semenjak ia masuk ke militer, Alvin memang jadi jarang menemui Sasya. namun hal itu dapat dimaklumi Sasya karena tentunya ia pasti menjadi sangat sibuk, apalagi saat mendengar cerita-cerita Alvin, ia menjadi yakin kalau benar-benar tidak ada waktu untuk mencari hiburan bahkan seorang kekasih baru. Hal ini membuat Sasya selalu optimis mengharapkan Alvin bisa kembali lagi, karena ia masih sangat menyayanginya. Biasanya ia tidak suka untuk menghubungi Alvin duluan karena ia juga takut mengganggu aktivitasnya yang padat. Tetapi untuk malam ini rasa rindunya pada Alvin tidak bisa ditahan lagi, ia ingin mendengar suaranya. Beberapa kali berpikir akhirnya Sasya menguatkan niatnya untuk menelpon Alvin.
(tut…tut…tut) lama sekali Alvin tidak mengangkat teleponnya.
“hufhh..mungkin dia lagi sibuk.” Gumam Sasya putus asa namun sembari mengulangi menelpon ulang Alvin ke handphonenya, tak lama kemudian Alvin mengangkatnya, tetapi terdengar suara berisik sekali. Kemudian hanya terdengar langkah sepatu berjalan Alvin belum mengatakan sepatah katapun.
“ halo, ini siapa ya?” Tanya Alvin
Mendengar kata itu Sasya menjadi cukup sedih, ternyata Alvin sudah menghapus nomernya. Ia menghela nafas panjang untuk menjaga perasaannya.
“ini Alvin kan? Aku Sassya.”
“oh Sassya kirain siapa, maaf ya baru nganterin ‘GF’ aku pulang nih.” Kata Alvin dengan santai
Sungguh kata-kata Alvin yang kedua ini membuat kaku sekujur tubuh Sasya, bagaimana tidak kalimat yang terlontar itu seolah-olah Alvin tidak pernah menyukainya sebelum itu, ia benar-benar sangat sakit hati, karena ternyata semua dugaannya salah dan karena ia sangat terlalu berharap untuk kembali lagi. Ia menjadi menyesal mengetahui hal itu. Sekilas ia hanya terdiam, tidak tahu harus berkata apa lagi.
“oh gitu…”
“hmm, terus ada apa nih tumben banget calling?”
“gak papah, cuman pingin tahu kabar kamu udah lama ngilang gitu ajah.”
(ha ha ha) Alvin tertawa yang dibuat-buat
“baik aja, nomer kamu tuh dihapus Mery…eh maksudnya kehapus.”
“iah tahu kok, ya udah kamu pasti capek kan, udah dulu yah, good night.” Kata Sasya pelan dan lesu.
“O.K. Night too dear sweet dreams.” Kata Alvin menutup Hp-nya
Begitu mudahnya ia menggunakan kalimat-kalimat itu. Sasya teringat kembali semua flashback kisah cintanya dengan Alvin. Tak disadari air matanya pun terurai, ia biarkan begitu saja membasahi pipinya. Ia sandarkan dirinya ke dinding dan menekuk tubuhnya seperti orang kedinginan.
“manis sekali ucapannya, seperti sedikitpun tak ada rasa dendam padaku, mengapa bisa seperti itu, kalau begitu caranya aku akan semakin mengharapkannya. kalau saja dia bisa membuatku membencinya, aku akan sangat berterima kasih.” Gumam Sassya sambil tersedu-sedu.
Thursday, 16 December 2010
Baru Terasa
find out something on the ground
wish to get pearls that you've bought me last month
i'll save and keep it on
even you have gone away. . .
Masih teringat masa masa itu
ada senyuman ada tangisan
ketika aku bersamamu. .
Ch.
Baru terasa sulitnya
menjalani hari-hari sendiri tanpamu
baru terasa indahnya
setiap masalah bersamamu
pasti ada akhirnya. .
Even i felt break
i'll always want to speak
your manner lead me up to be grow
and i decide to make a vow
will be a good girl since now. .
Ow ow ow. . .
wish to get pearls that you've bought me last month
i'll save and keep it on
even you have gone away. . .
Masih teringat masa masa itu
ada senyuman ada tangisan
ketika aku bersamamu. .
Ch.
Baru terasa sulitnya
menjalani hari-hari sendiri tanpamu
baru terasa indahnya
setiap masalah bersamamu
pasti ada akhirnya. .
Even i felt break
i'll always want to speak
your manner lead me up to be grow
and i decide to make a vow
will be a good girl since now. .
Ow ow ow. . .
Subscribe to:
Posts (Atom)