episode : Broken Heart 2
Sudah hampir dua bulan Sasya tidak mendapat kabar tentang Alvin, semenjak ia masuk ke militer, Alvin memang jadi jarang menemui Sasya. namun hal itu dapat dimaklumi Sasya karena tentunya ia pasti menjadi sangat sibuk, apalagi saat mendengar cerita-cerita Alvin, ia menjadi yakin kalau benar-benar tidak ada waktu untuk mencari hiburan bahkan seorang kekasih baru. Hal ini membuat Sasya selalu optimis mengharapkan Alvin bisa kembali lagi, karena ia masih sangat menyayanginya. Biasanya ia tidak suka untuk menghubungi Alvin duluan karena ia juga takut mengganggu aktivitasnya yang padat. Tetapi untuk malam ini rasa rindunya pada Alvin tidak bisa ditahan lagi, ia ingin mendengar suaranya. Beberapa kali berpikir akhirnya Sasya menguatkan niatnya untuk menelpon Alvin.
(tut…tut…tut) lama sekali Alvin tidak mengangkat teleponnya.
“hufhh..mungkin dia lagi sibuk.” Gumam Sasya putus asa namun sembari mengulangi menelpon ulang Alvin ke handphonenya, tak lama kemudian Alvin mengangkatnya, tetapi terdengar suara berisik sekali. Kemudian hanya terdengar langkah sepatu berjalan Alvin belum mengatakan sepatah katapun.
“ halo, ini siapa ya?” Tanya Alvin
Mendengar kata itu Sasya menjadi cukup sedih, ternyata Alvin sudah menghapus nomernya. Ia menghela nafas panjang untuk menjaga perasaannya.
“ini Alvin kan? Aku Sassya.”
“oh Sassya kirain siapa, maaf ya baru nganterin ‘GF’ aku pulang nih.” Kata Alvin dengan santai
Sungguh kata-kata Alvin yang kedua ini membuat kaku sekujur tubuh Sasya, bagaimana tidak kalimat yang terlontar itu seolah-olah Alvin tidak pernah menyukainya sebelum itu, ia benar-benar sangat sakit hati, karena ternyata semua dugaannya salah dan karena ia sangat terlalu berharap untuk kembali lagi. Ia menjadi menyesal mengetahui hal itu. Sekilas ia hanya terdiam, tidak tahu harus berkata apa lagi.
“oh gitu…”
“hmm, terus ada apa nih tumben banget calling?”
“gak papah, cuman pingin tahu kabar kamu udah lama ngilang gitu ajah.”
(ha ha ha) Alvin tertawa yang dibuat-buat
“baik aja, nomer kamu tuh dihapus Mery…eh maksudnya kehapus.”
“iah tahu kok, ya udah kamu pasti capek kan, udah dulu yah, good night.” Kata Sasya pelan dan lesu.
“O.K. Night too dear sweet dreams.” Kata Alvin menutup Hp-nya
Begitu mudahnya ia menggunakan kalimat-kalimat itu. Sasya teringat kembali semua flashback kisah cintanya dengan Alvin. Tak disadari air matanya pun terurai, ia biarkan begitu saja membasahi pipinya. Ia sandarkan dirinya ke dinding dan menekuk tubuhnya seperti orang kedinginan.
“manis sekali ucapannya, seperti sedikitpun tak ada rasa dendam padaku, mengapa bisa seperti itu, kalau begitu caranya aku akan semakin mengharapkannya. kalau saja dia bisa membuatku membencinya, aku akan sangat berterima kasih.” Gumam Sassya sambil tersedu-sedu.
No comments:
Post a Comment