
Setelah lahirnya alvaro stanley(alvey), menambah kesibukan filza dan juan karena seringkali mereka harus bangun malam ketika alvey menangis, bahkan terkadang filza tidak tidur karena harus mengganti popok dan menyusuinya. Padahal ia juga harus bekerja pada pagi harinya, hingga wajahnya kelihatan pucat dan lelah. Mama begitu mengerti keadaan mereka, ia tidak menyuruh filza untuk membantunya di dapur. Sering juga beliau membantu mengasuh Alvey bila baby sitter sedang pulang ataupun mengerjakan hal yang lain.
Siang ini, mama berniat membawa Alvey jalan-jalan ke taman yang tak jauh dari rumah mereka, disana ia bertemu dengan tetangganya.
"hello baby, how are you little angel?" sapa Mrs. Carlotta sambil mencium pipi Alvey
"he is fine." jawab Mrs. Ernelist
"Mrs. Ernelist, you're so lucky! Look at his face so inocent ohh he also has beautiful blue-green eyes as forest darklight red hair. Very cute baby, you look like your daddy when was child."
"yea, i'm very glad to have my first grandson. He will be juan's junior." kata Mrs. Ernelist sambil tersenyum
"hello baby, how are you little angel?" sapa Mrs. Carlotta sambil mencium pipi Alvey
"he is fine." jawab Mrs. Ernelist
"Mrs. Ernelist, you're so lucky! Look at his face so inocent ohh he also has beautiful blue-green eyes as forest darklight red hair. Very cute baby, you look like your daddy when was child."
"yea, i'm very glad to have my first grandson. He will be juan's junior." kata Mrs. Ernelist sambil tersenyum
No comments:
Post a Comment