Karena marah
aku jadi sedih
karena marah
aku jadi terluka
karena marah
aku jadi kehilangan
sungguh, rasa ini
membuatku jadi merasa tak berguna
sungguh, rasa ini
membuatku jadi merasa sangat menyesal
sesalku,
mengapa aku marah?
aku yang telah membuat diriku marah
mengapa aku harus menyalahkan rasa marah?
ya, aku sering menyalahkan orang lain
aku pun menyalahkan dia
maafkan aku, cinta
karena marahku
kau jadi kecewa
mungkin sedih juga melanda hatimu?
maafkan aku, cinta
karena marahku
aku memutuskanmu
mungkinkah kau merasa sakit?
begitu juga aku
dan membuatmu kini telah pergi. . .
karena rasa ini, membuatku buta segalanya
tak ku pikirkan apa yang terjadi kemudian
kini hanyalah kesepian yang ada
hanyalah kehampaan yang tersisa
masih mungkinkah ada harapan kau kan kembali?
Hanya Tuhan yang bisa menjawabnya
dengan keajaiban tahtanya
dan aku percayakan sepenuhnya
Janganlah pernah lagi, aku marah
pendamlah rasa itu jauh di dalam
pikirkanlah apa yang akan terjadi di kemudian hari
sungguh, tidak ada kedamaian jiwa. . .
No comments:
Post a Comment