Great Day, dibawah pohon cemara yang tidak begitu rindang, di
samping canteen simply mbok yumyum, 5
cewek remaja usia 16 tahun dalam Girls
Action (GA), Fisherra (sherra), Melany (Lany), Gabriella (Gabby),
Catharine(Cathy), dan si imut Rosalina (rosy) sedang asyik menikmati jus
avukado dan baso bola kesukaan mereka sambil berbincang-bincang tentang……… “boys”
“Sher, gimana
hubungan loe sama dion?” Tanya Lany
“what? Hubungan
apa kita Cuma temen kok gak lebih”
“e….e… cowok yang
kemarin nyamperin lo tuh siapa?gebetan baru yah….kenalin dunk?” kata Rosy
sambil memegang tangan Sherra
“ihhh, rosy
kegenitan banget sih, itu kan si satria anak kelas XI IS 1, gak level deh”
sambung Cathy
“ah gak usah gaya
lo, kucing, tipe cowok lo kan kaya si jojo, cupu gak cool…mendingan marcell
cakep, keren, kaya lagi top banget tuh” celetuk Gabby
“eh jangan
jelekin Joshua yah, gitu2 juga cerdas tau gab, gak kaya loe banyak omong
otak udang….”ejek Cathy
“udah….udah!!!
apa2an sih kalian pada rebut sendiri, toh cowok yang kalian suka gak ada yang
naksir kalian tuh, semua sukanya sama sherra…..ya gak sher?” kata Lany sambil
tersenyum
“ha.. ha..
whatever lah.” Kata Sherra
Jam pulang sekolah pun tiba, seperti biasa anak-anak sekolah selalu
berlarian antri ke pintu gerbang. Lain halnya dengan Genk GA mereka selalu siap
dengan make up stylish-nya agar selalu tampil “wahhhhh” di hadapan para makhluk
Tuhan yang lain. Sambil menunggu jemputan, mereka menyempatkan diri untuk
menggosip setiap orang yang lewat dan tak luput dari pandangan mereka. Sebuah
mobil biru berhenti tepat di depan GA. Seorang cowok tinggi sekitar 182cm berat
sekitar 78kg berkulit putih ala bintang korea, turun dan melepas kacamata
hitamnya, terlihat matanya yang berwarna kecoklatan seperti bule. Ia berdiri
tepat di depan sherra. Sherra hanya memalingkan muka, seolah-olah tidak
mengenalinya.
“Baby, what’s up? Are you okay honey?” Tanya marcell
Sherra hanya tersenyum kecil. Gabby mendekati telinga sherra dan
berbisik, “kalau loe gak mau jalan sama marcell, biar gue aja yang gantiin?”
“uhmmm, marzello I can’t going with you today how about you go with
gabby?” kata sherra
Marcell segera menarik tangan sherra dan memasukkannya ke dalam
mobil.
“hey, what you doing!!!! Are you crazy?” kata sherra
Sepanjang perjalanan sherra hanya terdiam melihat kesamping, dia
tidak menghiraukan panggilan-panggilan marcell.
“okay, maybe you angry with me? But actually seharusnya aku yang
marah sama kamu baby, kenapa kamu selalu gitu, aku suka sama kamu, tapi kamu
selalu memberikan aku sama orang lain, aku udah bilang berkali-kali, aku gak
suka digituin.”
“oh. Alright, kalau kamu gak suka, jadi jangan ganggu aku lagi,
siapa juga yang nyuruh kamu deketin aku.”
“bukan itu maksudku, baby, aku…..”
“enough, turunin aku….”
“tapi.”
“turun!!!!!!”
“okay….okay….” marcell pun menghentikan mobilnya dipinggir jalan.
Sherra pun turun dan segera pergi bersembunyi. Akhirnya marcell kebingungan
mencari sherra.
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Setelah jam pelajaran, sherra pergi ke kantin sendirian, ke4
temannya dihukum karena terlambat masuk ke kelas pertama. Mereka harus berlari
mengelilingi lapangan basket sebanyak 5X. setelah memesan makanan favoritnya.
Ia langsung makan dengan lahapnya. Tiba-tiba kursi sebelahnya ada yang
menggeser, ia segera menoleh, tampak cowok bertubuh kekar berotot seperti
binaragawan berkulit coklat seperti orang afrika, ialah atlit basket nomer 1
dikampus.
“halo, manis….” Sapa dimas
“hahhhhhh……” sherra menghembuskan nafas panjang. Ia segera
menghabiskan makanannya dan beranjak pergi
“kenapa cepet2 sih? Takut ya sama aku?tenang aja kak dimas gak gigit
kok” kata dimas sambil tersenyum
“ha..ha, gak kak mau ada kelas lagi, sorry ya buru2.”
“ntar sore, kalau gak ada acara boleh dunk maen ke rumahmu?” Tanya
dimas sambil memegang lengan sherra
“gak janji deh….” Sherra pergi dengan muka masam.
Hari ini jadwal untuk belajar kelompok, seperti biasanya mereka
berkumpul dirumah sherra sebagai ketua GA. Tugas kali ini sudah diselesaikan
semua disekolah, tingga membahas cara mengerjakannya. Rosy dan Cathy asyik
belajar berenang, sedangkan Gabby asyik membaca majalah fashion terbaru. Lany
dan Sherra juga sibuk mencoba kosmetik terbaru yang dibelinya beberapa hari
lalu. Tiba-tiba telepon sherra berdering. “ Niko memanggil……..”
“udah biarin ajah, paling juga gak penting.” Kata sherra
“gila banget lo sher, sehari aja ada berapa cowok yang menghubungi
loe, nih ya ampun panggilan tak terjawab 60an bok….”kata lany sambil
membuka-buka ponsel sherra
“ha.ha…..maklum deh artis gitu…..”kata sherra sambil berlagak narsis
“eh, sher, emang cowok loe tuh yang mana?” Tanya lany
“gue gak punya cowok, semua sama ajah, bikin gue bĂȘte, sebel,
boring”
“masa sih, loe gak tertarik sama salah satu aja? diantara mereka,
pastinya ka nada yang sesuai criteria loe kan cint?”
“gue sempet naksir sama bryan, yah dia tuh simple, tapi brilliant
banget, English manner combine with Javanese…. Gue suka mix attitude kaya gitu,
unik ajah, tapi kayaknya dia tuh kaku abis, jadi males deh. Sekarang gue
bingung banget, banyak banget kayaknya yang ngincer gue, gak tau kenapa, bosen
banget kaya gini” Kata sherra sambil menghembuskan nafas panjang
“sorry ya cint, bukannya gue nganggep loe jelek, tapi kalau gue
bilang loe cantik, pasti loe ngilang sampai Pluto, gaya loe sih narsis mulu.”
“ha.ha…..emang kan?” canda sherra sambil mengibaskan rambutnya yang
hitam berkilau
“tapi apa loe gak pusing, tiap hari digodain sama cowok-cowok
terus?”
“uhmmmm, iya sih,,, gue sebellllllll banget!!!!!!!!!! Uhmmmmm gimana
ya caranya………….oh yea! Gue harus punya pacar!”
Sepontan gabby, rosy, cathy menghentikan aktivitasnya…..”
apa???????? Serius lo cint?” loe mau punya pacar?”
“iya sher, ntar harga pasaran loe turun dunk,” canda lany
“ it’s oka, yang penting cowok gue, itu seorang yang unik dan
menarik.” Kata sherra sambil tersenyum semangat
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Di sekolah, genk GA sedang mengadakan survey pada setiap kelas untuk
mencari cowok yang unik dan menarik buat sherra. Mendengar kabar itu semua
cowok berbondong-bondong menemui sherra dari yang brondong sampai yang ompong
ikut berpartisipasi dalam ajang pemilihan pacar idaman sherra (PIS).
“uhuk…uhukkkk, ikut ahhh siapa tahu lagi beruntung” kata jono
“waw… kakaknya cantik-cantik, gak dapet kak sherra kak rosy aja deh
yang imut-imut” kata Exell cowok kelas X4
Sherra merasa usahanya percuma dan gak berjalan sesuai harapannya.
Semua laki-laki yang dilihatnya itu orang yang sama dan pernah mengganggunya
beberapa waktu lalu. Akhirnya dia pun mulai putus asa dan melihat ke sekeliling
sekolahnya. Pandangannya menjurus pada seorang laki-laki berbaju rapi,
rambutnya bross bak tentara perang, kulitnya sawo matang namun tampak cerah dan
bersih yang sedang membersihkan lantai di musholla sekolah. Perlahan-lahan ia
mendekatinya untuk melihat wajahnya.
“siapa dia? Kenapa dia tidak ikut daftar jadi cowokku?” bisik sherra
dalam hati
“sherra!” gertak Gabby
“eh… loe gab, bikin deg-degan aja.”
“kemana aja sih, gue cariin ngilang mulu. Tuh formulir abis. Mau
diapain lagi, awas yah, nanti sisanya buat gue?” kata gabby
“ahh lo, buat loe semua juga gak papa, bagi2in sekalian sama lany,
cathy, and rosy….gue gak minat tuh sama mereka.”
“trus gimana tuh, loe kan yang ngrencanain semuanya.”
“ahhh udah deh….. ngomong-ngomong itu siapa sih? yang lagi bersihin
musholla”
“oh itu, ckckkckckckk masa gak kenal sih, itu kan dzikra
anggota menspit kita, perasaan juga
sekelas deh sama kita, Cuma kurang terkenal gitu deh…. Loe naksir sama dia
sher? Haha… jangan harap deh dia anti-cewek.
Walaupun kamu punya jurus rayuan maut, kayaknya gak mempan deh buat naklukin
imannya dia, lagian bukan tipe loe banget kan sherr”
“hmm….masa sih?” Tanya sherra gak percaya
Gabby hanya mengedipkan matanya sambil tersenyum kecut kepada
sherra.
“gue bakal buktiin kalau Fisherra Gain bisa naklukin cowok berjidad
hitam” kata sherra sambil tersenyum.
Bersambung………………………
No comments:
Post a Comment