Translate

Thursday, 3 November 2011

Love for Glory

Sekilas

Shania menghampiri arinsa yang sedang duduk di beranda bersama leppy kesayangannya, karena begitu asyiknya browsing2 ia tidak menyadari shania memperhatikannya. dengan perlahan-lahan ia mendekati arinsa dan duduk disampingnya, arinsa hanya melirik sekilas dan tampak tidak menghiraukannya. tiba -tiba terdengar isakan tangis shania dan tampak kebingungan.
"Rin, aku boleh ganggu kamu sebentar? aku mau curhat, boleh gak?" kata shania sambil menangis
"ehmm...ya ada apa shan?"
"Rin, kamu mau gak bantu aku................." (text missing)
"maaf shan, aku gak bisa, aku berhak ikut campur masalah kalian, lagian aku gak bisa merubah keputusan dia."
"tapi, kamu kan temen deketnya, setidaknya dia pasti mau dengerin kata2 kamu, aku cuma mau jelasin semuanya ke dia, please?" pinta shania
"kamu salah, dia gak pernah dengerin perkataanku apalagi masalah cinta, dia tuh keras kepala" kata arinsa kemudian menunduk
"bukannya kalian teman sejak kecil?"
"iya memang, dia berubah sejak kenal sama kamu, dia lebih sering menyembunyikan masalahnya sama aku, kami sudah tidak dekat lagi seperti dulu" kata arinsa
shania pun menghela nafas panjang sambil mengusap air matanya
"seharusnya kamu bersyukur, mungkin ega bukan yang pertama buat kamu tapi kamu adalah kekasih pertamanya, kamu gak bisa begitu saja mempermainkan hatinya, hanya karena dia bukan apa2 dibandingkan kamu seorang cewek yang cantik, populer, dan multitalenta..........................................." (text missing)












No comments:

Post a Comment