Love Me with a Reason
Episode amazing girl
Fadia Angel seorang gadis usia 20 tahun, merupakan anak tunggal dari Paul Muller seorang pengusaha eksekutif elektronik dari Amerika ,Muller Elektronics mempunyai dealer bercabang-cabang, sebagai seorang anak pengusaha kelas atas, semua kebutuhan Fadia terpenuhi lebih dari cukup, namun dia tidak suka tampil glamour, justru sangat baik hati, ramah, murah senyum dengan siapa pun, sehingga banyak sekali yang menyukainya, sejak kecil hingga sekarang selalu menjadi popular, dan mempunyai banyak penggemarnya terutama dari kaum adam, dia di anggap sebagai sosok yang yang sangat perfect untuk seorang wanita, namun dia sangat pencemburu.
Sedangkan Aaila Zarin, merupakan gadis pendiam berusia 20 tahun dari keluarga sederhana H. Muh. Rauf, seorang pedagang batik konveksi yang ordernya sampai ke Negara timur tengah. Ia mempunyai seorang adik bernama Afgan Aidan, yang masih berumur 17 tahun. Dalam kesehariannya Zarin nama panggilan akrabnya, selalu mengenakan pakaian tertutup dan berjilbab, meskipun tidak berpakaian yang besar-besar atau ber rangkap-rangkap seperti pada golongan-golongan tertentu, ia tetap bisa menjaga pakainnya tidak terlau besar atau tidak terlalu ketat, biasa-biasa saja. Kebiasaannya adalah membantu ibunya memasak, mencuci, mengepel, meskipun sudah ada pembantu rumah tangga. Karena semuanya dimulai dari 0, dimana mereka sebelumnya bukanlah siapa-siapa. Sejak kecil ia di didik dengan tata karma yang baik, agar kelak bisa mendidik anak-anaknya menjadi soleh dan solehah. Apalagi Dulu ibunya menikah saat usia 20 tahun itu sudah bisa melakukan semua pekerjaan rumah sendiri, hal itu juga yang akan dilakukannya bila tiba-tiba ada yang melamarnya, dia harus sudah siap.
Fadia sedang memilih-milih pakaian yang akan dipakainya untuk kuliah hari ini, tiba-tiba handphone nya bordering, terlihat ‘1 pesan baru dari Ray’. Kemudian segera dia buka isi pesan itu.
“honey, ntar sore jalan2 yah…”
“ok, tp liat sikon dulu ya…..” ketik Fadia
Sebuah mobil merah tampak mengkilat ber plat F 4 D 1 4 4 N 9 E L, berhenti di depan zarin yang sedang berjalan sendirian. Seorang gadis tinggi, putih, ber rambut coklat gelap panjang turun dari mobil itu, dan mengembangkan senyum manisnya sekilas tampak gigi-gigi kecilnya yang putih seperti mutiara. rambutnya berayun-ayun diterpa angin ketika ia berjalan, namun tidak pernah berantakan.
“rin, hmm… kamu liat cowok ku rayhan gak?” Tanya Fadia
“ngak, fa. Aku juga baru dating ke kampus. Tapi tadi ada cowok yang nyariin kamu, tapi bukan rayhan, Kellen atau allan ya, lupa sih…”
“oh, siapa tuh, kayaknya udah gak asing lagi”
“iya, sama populernya kaya kamu. Udah ya, aku mau ke perpustakaan dulu, ngembaliin buku” kata Zarin
“oke, aku tunggu di kelas pertama yah…”
Fadia berjalan menuju kelasnya yang pertama, sambil mengarahkan pandangannya ke segala arah, karena ia sedang mencari rayhan.
“brakk….” Seseorang laki tampak menubruknya hingga terjatuh, kakinya tergores batu.
“ sorry, sorry..gak sengaja.” Kata laki-laki itu dengan gugup dan tampak gelisah
“ uhh… gak papa” kata fadia masih tersungkur dan masih mengecek bagian-bagian tubuhnya yang terluka
Laki-laki itu masih berdiri terpaku memandangi fadia yang masih duduk di lantai,
“eh, ngapain masih disitu? Bukannya kamu lagi buru-buru. Sana pergi aja, aku gak papa kok” kata fadia bingung
“ehmmm, gak lah, aku bantu yah…kaki kamu terluka tuh.” Kata laki-laki itu sambil membnatu fadia untuk bangun dan berjongkok membersihkan luka goresan itu dengan tissue basahnya kemudian mengeringkannya dengan tissue kering.
“makasih ya” kata fadia beranjak pergi
“Ryo” kata laki-laki itu sambil mengulurkan tangannya
“Fadia” kata fadia sambil menjabat tangan ryo kemudian pergi
“kok ada ya, cewek seperti dia, cantik, baik, sediki gak pun marah, hmm…. Aku harus cari tahu siapa dia” bisik ryo dalam hati
No comments:
Post a Comment