Translate

Thursday, 19 May 2011

not like what i thought

aku jatuh cintaamu
saat ku lihat indahnya matamu
seolah menjadi pandangan yang pertama
ku jadi resah dan gelisah
ketika kau jauh dariku
seolah terbentang samudera
antara kita
cemburu juga sering
mengusik pikiranku
karena aku telah jatuh hati padamu

cinta yang kurasa itu indah
ternyata sangat menyakitkan
ketika ku lihat kau bersamanya
entah mengapa hatiku hancur
yang tak pernah kurasakan sebelumnya

cinta yang kurasa itu manis
ternyata terasa begitu pahit
seprti racun di hatiku
katika kau katakan
kau miliknya.... aaaaa......

aku jatuh cinta
saat melihat indahnya senyumu
namun sakit hatiku
tak bisa memilikimu

everything's not like what i thought
oh...not like what i thougt


ost love me with a reason
by the DIM

Love Me with A Reason

Love Me with A Reason
Episode Cinta Remaja

Rani, Lisa, Mona sedang duduk di bangku mereka, berbincang-bincang tentang sepatu model terbaru yang mereka lihat kemarin di mall. Tak jauh dari mereka, 3 anak laki tampak tertarik untuk memperhatikan tingkah laki 3 remaja putri yang suka belanja itu.
“ gan, berani gak kamu godain 3 cewek itu?” sindir Erick pada afgan
Afgan tertawa , “ berani aja lah, apanya yang perlu ditakutin, cewek cantik-cantik kayak gitu?!”
Erick dan Afgan melirik ke arah Dimas yang sedang membaca-baca buku namun sambil sekilas memandang ocehan ketiga gadis yang sedang asyik ngrumpi itu.
“ kenapa ngeliat aku kaya gitu?!” kata dimas kaget
“kita pingin…”
“ia, tapi awas kalau kalian sampai bikin keributan!”
“sip boz!”
Erick dan Afgan pun mendekati meja Rani dan Lisa.
“ hello, ladies? Aku punya permainan nih, ntar yang menang aku traktir baso 3 porsi, gimana mau gak?” kata Erick
Lisa dan mona tampak berbisik-bisik kepada rani
“main apa dulu donk? Yang jelas aku gak mau kalau disuruh lari-lari.” Kata Rani
“gak lah rani sayang, masa cewek manis-manis kaya kalian disuruh lari sih Cuma tebak-tebakan aja, gimana?”
“oke! Gak usah berbelit-belit panggil sayang lagi, huh. Langsung aja kasih tau aturan mainnya!” gertak rani
“Ok, kalem-kalem neng. Gini aku kasih tahu clue nya, aku kasih pertanyaan kalian 15 pertanyaan, yang gak bisa jawab di diskualifikasi. jawaban harus di inget-inget huruf depannya aja oke?tapi ntar terakhir jawaban yang bener disebutin semuanya…ok, siap?.” Jelas afgan
“ihh, permainan apaan tuh, perasaan baru denger deh, masa gak ada toleransinya” kata lisa
“iyalah, permainana tahun 2100 itu….gimana, mau gak?” kata Afgan sambil tertawa
“oke…oke langsung aja” kata mona
“oke dari kamu mon, ya”
“hewan apa yang bunyinya ckckckckkc…” kata erisk sambil tertawa
“heh, yang bener donk pertanyaannya masa hewan bunyinya ckckckck.” Kata Lisa
“Gak bisa, pindah ke Lisa deh, burung paling cerewet apa yang warnanya putih?” kata Erick
“ ihh curang, pertanyaannya lisa gampang banget.” Gerutu mona
“iya, aku tahu aku tahu….” Kata Lisa senang
“ sebutin insialnya apa?” kata Afgan
“M” jawab Lisa
“hooo… maaf anda salah” Kata Erick sambil tertawa
“kok bisa salah sih, bentar dulu, coba rani yang jawab, .” kata lisa
“ahh, aku?
“gak yakin, kayaknya mereka Cuma mau main-main sama kita, aku jawab ngawur aja lah.” Bisik rani pada mona dan lisa
“oke deh, karena aku baik hati dan tidak sombong, aku kasih toleransi, tapi konsekuensinya setelah ini aku langsung kasih kamu 13 pertanyaan brondongan peluru… hahhaha” kata Erick
“setuju!” tantang Mona
“Mona! Jawabannya A” kata rani
“ waw, bener itu, hahhaha…” kata afgan
“hah dasar sinting, ngawur malah bener.” Kata Mona
“Sinting gimana, manis, emang jawabannya tuh Angsa, bener kan? Kata Afgan
Ketiga gadis itu tampk saling berpandangan bingung.
“ oke deh lanjut, nih aku kasih pertanyaan, kamu harus inget-inget sendiri, karena gak ada siaran ulang, Lisa sayang sini duduk di samping aku, nulis jawabannya rani, ntar kalau Rani nyebutin semuanya salah erarti gagal, oke!” kata Erick
“ihh, najis…aku duduk sama afgan aja, kamu berdiri ”kata lisa
Afgan tersenyum mencibir Erick yang mukanya mulai memerah, setengah cemburu.
“ tenang aja bro, gak bakalan aku apa-apain nih cewek, oke oke! Kata Afgan
“hewan apa yang loncat-loncat, enak kalau dibikin swikee?hmmmmm…” kata Erick
“K”
“hewan apa yang panjang berbisa juga bisa tidak? Kata Erick
“U”
“hewan apa yang bunyinya moo….” Kata Erick
“S”
“buah apa yang bisa memabukkan” kata Erick
“A”
“hasil fragmentasi susu” kata afgan
“Y”
“huruf pertama abjad” kata afgan
“A”
“permen apa yang suka keramaian.” Kata Erick
“N”
“apa lambang negara indonesia? Kalau gak tau aku laporin pak hasanudin Mx kamu hahahha…” kata Erick
“G”
“ibukota bali? “Kata afgan
“D”
“bahasa inggrisnya aku?”kata Afgan
“I”
“bangun tidur ku terus….?hahhaha….” kata Erick
“M”
“mekah di mana? Tanya afgan
“A”
“ terakhir, pertanyaannya adalah anak sapi minum apa?hahahhaaa…. “ kata Erick
“S”
Lisa tampak tersenyum melihat hasil jawaban dari Rani
“Oke, sekarang, kamu sebutin huruf depan jawaban tadi jadi sebuah kata. Yupp sekarang!” kata Afgan sambil mengedipkan mata pada lisa untuk diam
Rani tampak sedang berpikir merangkai huruf demi huruf dalam imanjinasinya tadi. Tetapi dia mempunyai daya ingat yang tinggi dan bukanlah orang yang pelupa, tentu dia masih ingat apa saja jawabannya tadi.
“ pertama A ngsa, K atak, U lar, S api, A nggur merah, Y oghurt, A, N ano-nano, G aruda, trus D enpasar, I, M andi, A rab, S usu…. Hmmm berarti A…K…U…S..A..Y..A..N..G..D..I..M..A..S” bisik Rani dalam agak kaget
“Ayo rani sebutin, kok diem sih, lupa ya? Berarti gagal donk semuanya… hahhahah” goda Erick
“huh, dasar, mereka mau memepermainkan aku.” Bisik Rani
“ia, aku lupa! Udahlah lagian aku juga bisa beli baso sendiri.” Jawab Rani setengah marah
“masa kamu lupa sih ran, gak mungkin ah, 5 bab aja kamu bisa hafal kok, masa pertanyaan kaya tadi gak bisa?” desak Mona
“ahh…udah deh lupain aja, aku nyerah.” Kata rani sambil meninggalkan kelas
“ran, rani mau kemana kamu…. Tuh anak kenapa sih?” kata Mona
“nih liat” kata Lisa sambil menyerahkan selembar kertas pada Mona
“ohhh, gitu… kurang ajar banget emang kelakuan Erick sama Afgan, emang sejak awal aku udah curiga Cuma buat iseng mereka aja, ya udah buruan nyusul rani yuk, ntar dia kira kita sekongkolan lagi…” kata mona sambil meletakkan kertas itu di meja dan mencari Rani
Dimas yang dari tadi membaca buku itu sempat ikut tertawa ketika melihat perdebatan teman-temannya itu, ia tertarik pada selembar kertas yang tidak mau di ucapkan oleh rani, ia pun mengambilnya dan membacanya.
“ A..K..U..S..A..Y..A.N..G..D..I..M..A..S, hah, dasar Erick sama afgan itu emang gak pernah kapok….” Kata dimas sambil tersenyum kecil



---------------------------------------------------------------------------------

Afgan aedang bersiap-siap pulang, di gerbang ia melihat diva yang sendirian. Namun tampaknya ia malah tidak ingin menghampirinya, ia mengegas motornya kencang, namun Diva tiba-tiba berdiri di depannya.
“Zsssssssssssssssssssssretttttttttttt……” sekilat mungkin afgan menekan rem motornya
“gila kamu, udah bosen hidup!!!” bentak afgan
“afgan, lo gak punya perasaan banget sih, masa ngeliat aku sendirian gini, gak di tawarin pulang bareng,”
“hsh emangnya supir kamu kemana?”
“lagi ke bengkel, ntar katanya sampai malem”
“ya udah sih, di tunggu aja.”
“ihhh.. afgan, masa kamu tega sih, nyuruh aku nunggu sendirian disini, nta kalau aku di culik gimana?”
“bagus donk, gitu, biar gak ada yang berisik lagi di kelas, lagian siapa yang mau nyulik cewek cerewet kaya kamu, bikin pusing.”
Tanpa piker panjang diva naik dan berpeganganp ada afgan kuat-kuat
“eh eh eh, apa-apaan ini, turun-turun.”
“pokoknya anterin aku pulang!” pinta diva dengan manjanya
“oke, oke, tapi jangan peluk kaya gini donk, lepasin ah.” Kata afgan sambil melepas tangan diva
“ntar kalau aku jatuh gimana?” rengek diva lagi
“biarin jatuh!”
Dalam perjalanan pulang mengantar diva, zarin dan fadia kebetulan melihat afgan berboncenganidengan diva begitu mesra. Di lampu merah
“itu yang pake jaket biru adikku, fa” kata zarin sambil menunjukkan 2 orang anak berseragam SMA
“mana?” fadia segera menjalankan mobilnya mendekati mereka

Wednesday, 18 May 2011

Love me with a reason

Love Me with a Reason
Episode amazing girl

Fadia Angel seorang gadis usia 20 tahun, merupakan anak tunggal dari Paul Muller seorang pengusaha eksekutif elektronik dari Amerika ,Muller Elektronics mempunyai dealer bercabang-cabang, sebagai seorang anak pengusaha kelas atas, semua kebutuhan Fadia terpenuhi lebih dari cukup, namun dia tidak suka tampil glamour, justru sangat baik hati, ramah, murah senyum dengan siapa pun, sehingga banyak sekali yang menyukainya, sejak kecil hingga sekarang selalu menjadi popular, dan mempunyai banyak penggemarnya terutama dari kaum adam, dia di anggap sebagai sosok yang yang sangat perfect untuk seorang wanita, namun dia sangat pencemburu.

Sedangkan Aaila Zarin, merupakan gadis pendiam berusia 20 tahun dari keluarga sederhana H. Muh. Rauf, seorang pedagang batik konveksi yang ordernya sampai ke Negara timur tengah. Ia mempunyai seorang adik bernama Afgan Aidan, yang masih berumur 17 tahun. Dalam kesehariannya Zarin nama panggilan akrabnya, selalu mengenakan pakaian tertutup dan berjilbab, meskipun tidak berpakaian yang besar-besar atau ber rangkap-rangkap seperti pada golongan-golongan tertentu, ia tetap bisa menjaga pakainnya tidak terlau besar atau tidak terlalu ketat, biasa-biasa saja. Kebiasaannya adalah membantu ibunya memasak, mencuci, mengepel, meskipun sudah ada pembantu rumah tangga. Karena semuanya dimulai dari 0, dimana mereka sebelumnya bukanlah siapa-siapa. Sejak kecil ia di didik dengan tata karma yang baik, agar kelak bisa mendidik anak-anaknya menjadi soleh dan solehah. Apalagi Dulu ibunya menikah saat usia 20 tahun itu sudah bisa melakukan semua pekerjaan rumah sendiri, hal itu juga yang akan dilakukannya bila tiba-tiba ada yang melamarnya, dia harus sudah siap.

Fadia sedang memilih-milih pakaian yang akan dipakainya untuk kuliah hari ini, tiba-tiba handphone nya bordering, terlihat ‘1 pesan baru dari Ray’. Kemudian segera dia buka isi pesan itu.
“honey, ntar sore jalan2 yah…”
“ok, tp liat sikon dulu ya…..” ketik Fadia
Sebuah mobil merah tampak mengkilat ber plat F 4 D 1 4 4 N 9 E L, berhenti di depan zarin yang sedang berjalan sendirian. Seorang gadis tinggi, putih, ber rambut coklat gelap panjang turun dari mobil itu, dan mengembangkan senyum manisnya sekilas tampak gigi-gigi kecilnya yang putih seperti mutiara. rambutnya berayun-ayun diterpa angin ketika ia berjalan, namun tidak pernah berantakan.
“rin, hmm… kamu liat cowok ku rayhan gak?” Tanya Fadia
“ngak, fa. Aku juga baru dating ke kampus. Tapi tadi ada cowok yang nyariin kamu, tapi bukan rayhan, Kellen atau allan ya, lupa sih…”
“oh, siapa tuh, kayaknya udah gak asing lagi”
“iya, sama populernya kaya kamu. Udah ya, aku mau ke perpustakaan dulu, ngembaliin buku” kata Zarin
“oke, aku tunggu di kelas pertama yah…”
Fadia berjalan menuju kelasnya yang pertama, sambil mengarahkan pandangannya ke segala arah, karena ia sedang mencari rayhan.
“brakk….” Seseorang laki tampak menubruknya hingga terjatuh, kakinya tergores batu.
“ sorry, sorry..gak sengaja.” Kata laki-laki itu dengan gugup dan tampak gelisah
“ uhh… gak papa” kata fadia masih tersungkur dan masih mengecek bagian-bagian tubuhnya yang terluka
Laki-laki itu masih berdiri terpaku memandangi fadia yang masih duduk di lantai,
“eh, ngapain masih disitu? Bukannya kamu lagi buru-buru. Sana pergi aja, aku gak papa kok” kata fadia bingung
“ehmmm, gak lah, aku bantu yah…kaki kamu terluka tuh.” Kata laki-laki itu sambil membnatu fadia untuk bangun dan berjongkok membersihkan luka goresan itu dengan tissue basahnya kemudian mengeringkannya dengan tissue kering.
“makasih ya” kata fadia beranjak pergi
“Ryo” kata laki-laki itu sambil mengulurkan tangannya
“Fadia” kata fadia sambil menjabat tangan ryo kemudian pergi
“kok ada ya, cewek seperti dia, cantik, baik, sediki gak pun marah, hmm…. Aku harus cari tahu siapa dia” bisik ryo dalam hati

Saturday, 14 May 2011

Back to December

http://www.youtube.com/watch?v=jjar7np_wuE

i just can't forget the moment we still together
i just can't forget the moment you said good bye
cause i never look at your eyes
cause i've been busy
is it my mistakes?
i've let you go with another hand
when i realize that
i can't put my only heart
to another man
the snowflake be my witness
if you give me once more chance
i swear i'll love you with my whole life
baby,
i know you won't back to me anymore
and i understand it
i'm sorry for every mistake that i have made
but,honestly i still love you


OST lovers or fiends
BY Arabella

Tuesday, 10 May 2011

Just The Way You Are – Bruno Mars

Oh her eyes, her eyes
Make the stars look like
They’re not shining
Her hair, her hair
Falls perfectly without her trying
She’s so beautiful
And I tell her every day
Yeah I know, I know
When I compliment her
She won’t believe me
And it’s so, it’s so
Sad to think she don’t see what I see
But every time she asks me
Do I look okay I say
When I see your face
There’s not a thing that would change
Cause you’re amazing
Just the way you are
And when you smile
The whole world stops
And stares for awhile
Cause you’re amazing
Just the way you are

Her lips, her lips
I could kiss them all day
If she’d let me
Her laugh, her laugh
She hates but I think it’s so sexy
She’s so beautiful
And I tell her every day
Oh you know, you know you know
I’d never ask you to change
If perfect is what you’re searching for
Then just stay the same
So don’t bother asking
If you look okay
You know I say
When I see your face
There’s not a thing that would change
Cause you’re amazing
Just the way you are
And when you smile
The whole world stops
And stares for awhile
Cause girl you’re amazing
Just the way you are

I don’t care

Hey playboy, its about time
and your time's up!
I had to do this one for my girls you know
Sometimes you gotta act like you don't care
That's the only way you boys learn


Lipstick on your collar, I absolutely can not forgive
Every day dozens of times a cell phone is turned off
We're not going to change oh oh


Just a lot of friends girlfriend
Do not just think of me, I won't let it ride
Now, I regret to nimamdaerohae beorilrae
Oh oh I really love you once had


She called occasionally drunk chap walked five in the morning now
You call another woman's name, oh no

Hook

I don't care where you want to stop what was
Excuse me now I will not really matter
Now and do not care
cause I don't care eeeee, I don't care eeeeee


cause I don't care e e e e e e
I don't care e e e e e e
Boy I don't care


Spying on other women's legs
You're so pathetic
Coupling sticking behind my back every day a blind date
Motchameulgeotgatah anymore oh oh oh


Many of my friends said you were no good
You're a wolf, a friend had made even though the tile
Good for you, I'm cured me
Even though I believed my love, oh oh


Call today, you think maybe I tried too busy talking
I hear a woman behind me laugh too, oh no


I don't care where you want to stop what was
Excuse me now I will not really matter
Now and do not care
cause I don't care e e e e e e
cause I don't care e e e e e e


cause I don't care e e e e e e
cause I don't care e e e e e e
Boy I don't care


Eli, I remember all those nights I cried boy
I think you'll regret more swiwotne heart boy
Gatgien're rubbish go to waste to miss me ha
Why a month now and will do well when


Sokahjun alone hundreds of lies
After today, men bad girl ring
I laugh at you without shedding a tear
Loser in the game of love
Have your knees can take
Or right before your eyes off


I don't care where you want to stop what was
Excuse me now I will not really matter
Now and do not care
cause I don't care e e e e e e
cause I don't care e e e e e e
cause I don't care e e e e e e
cause I don't care e e e e e e
Boy I don't care

Dear My love

Dear,
It’s me want to tell you something
With my humble heart
I don’t mean to hurt you
I don’t mean to make you cry
But I just can’t make up my mind yet

Dear,
I know that you’ve given everything
I know that you don’t want to leave me
You are biggest gift I ever got
You are so nice, good, and perfect
But I just can’t make up my mind yet

Dear,
Yeah? I see your tears falling every night
You always pray to Allah
That we’re a true couple
May be it real
But I just can’t make up my mind yet

Dear,
Do you want me love you because of Allah?
And be a holy love of us
But I don’t even know how it feel
I’m doubt that I could love you as you do
And I want to tell you
I haven’t make up my mind yet

Dear,
I love your way to be moslem guy
Really you’re amazing
But I can’t make up my mind yet
So sorry




ost please love me with a reason
by Kaina Aidan