Febrian dan aura telah lama pacaran, sejak pertama kali masuk SMA keduanya memang saling tertarik. Biasanya pulang sekolah Febrian juga selalu mengantarkan Aura pulang. Tetapi akhir-akhir ini ia disibukkan oleh karantina grandfinal bintang remaja 2008. Aura menjadi pulang sendirian, ia cukup kesal dengan kekasihnya, karena sejak itu ia jarang telepon atau sms, keadaan ini berlangsung sampai beberapa hari.
Ketika jam istirahat ia bertemu Febrian yang memang tidak sekelas dengannya.
“ Feb, kamu kok jadi ngelupain aku? Kamu gak pernah main ke rumah atau telepon aku, kenapa?” Tanya aura sedih
“ sorry beib, aku tuh lagi sibuk banget, kamu tahu kan sebentar lagi grandfinal bintang remaja 2008, mestinya kamu seneng dong punya cowok kaya artis terkenal.” Jawab febrian tersenyum
“bohong! pasti karena disana banyak cewek-cewek cantik kan makanya kamu betah!” kata aura kesal
“beby, aku mohon kamu bisa ngertiin aku, jangan nuduh yang macam-macam, percaya sama aku. Please, jangan buat aku pikiranku panas” Pinta febrian
“ okay, kalau emang itu yang kamu mau, aku gak akan ganggu kamu lagi, kita putusssssss!” teriak aura marah
“gak beib, aku sayang banget sama kamu, mengertilah situasi aku sekarang, aku janji setelah aku jadi bintang, aku akan bawa kamu juga untuk ikut casting.” Kata febrian sambil memegang tangan aura
Aura menghela nafas panjang lega mendengar ucapan febrian
“ beib, jangan jadi pencemburu dong, aku lakuin ini semua buat kita berdua.”
“ia aku janji…” kata aura sambil tersenyum.
Merekapun saling bercanda lagi seperti dulu, bahkan aura selalu setia menunggu saat febrian masih latihan theatre.
Kini tibalah saatnya Febrian untuk pergi ke Jakarta , setelah ditetapkan menjadi 10 Grandfinal ia berharap bias menjadi juara bintang remaja tahun ini. Seperti apa yang selama ini ia cita-citakan untuk menjadi seorang bintang terkenal. Aura tidak bias mengantarnya, ia hanya mampu untuk mendoakannya agar berhasil. Dua hari kemudian terdengar kabar Febrian menjadi juara satu bintang remaja. Semua teman-teman febrian segera memberi selamat kepada febrian. Febrian segera menghampiri kekasihnya yang terlihat bahagia menunggu kadatanganya, Febrian segera memeluk aura, namun ia tampak sedih.
“sayang, ada apa? Kamu kok kelihatan sedih.” Sapa aura pada febrian
“beby, aku minta maaf.” Jawab febrian lirih
“ kenapa kamu minta maaf?” Tanya aura berdebar-debar
“ beby, aku harus pindah ke Jakarta, karena aku punya kontrak waktu yang lama, aku gak bias bolak balik Surabaya-Jakarta, orang tuaku juga sudah setuju.
Aura terkejut dan matanya berkaca-kaca, ia hamper menangis, febrian segera memeluknya lagi dan lebih erat dari sebelumya.
“ tenanglah aura sayangku, aku janji aku akan selalu mencintai kamu, aku gak mungkin bisa melupakan kamu, percayalah sama aku.” Kata febrian sambil mencium kening aura.
Dengan berat hati aura mengijinkan kekasihnya itu pergi, karena ia tahu itulah cita-cita febrian sejak kecil. Ia hanya mampu menunggu dan berharap febrian selalu mengabarinya dan akan kembali padanya lagi.
Setelah Febrian pindah ke Jakarta, ia pun mendapat tawaran beberapa kali. Dalam salah satu sinetron yang dibintanginya, ia mendapatkan lawan main seorang gadis remaja jakarta, Febrian pun mendekatinya dan mengajak berkenalan.
“ hey, nama kamu siapa?”
“clara, kamu?”
“febrian, hmmm nama yang cantik seperti orangnya…” goda febrian
Clara hanya tersenyum simpul, dan mukanya memerah. Clara sangat cantik sehingga menbuat febrian tertarik padanya. Apalagi ternyata Clara satu sekolah dengan febrian. Mereka menjadi akrab. Febrian pun lupa untuk memberi kabar kepada kekasihnya Aura bahwa dia sudah ganti nomor telepon. Bahkan sepertinya, ia enggan memikirkan aura yang masih menjadi kekasihnya itu.
Di Surabaya, aura terus menunggu kabar tentang febrian. Setiap hari ia selalu merasa gelisah, ia selalu membayangkan febrian mempunyai pacar lagi dan telah melupakannya. Sekian lamanya ia tidak mendapat kabar dari febrian, setelah nomor handphonenya diganti, membuat aura yakin bahwa kekasihnya itu telah melupakannya. Ia pun menjadi sangat sedih. Apalagi berbagai desas desus di sekolah yang menghasut aura untuk melupakan febrian karena febrian yang cukup tampan akan menarik hati berbagai gadis metropolitan yang juga cantik dan seksi. Apalagi Di berbagai media massa Febrian Pratama di gosipkan dengan clara valentine sebagai sepasang kekasih. ketika aura sedang berjalan banyak siswa slkalu yang mencibir aura karena masih mengharapkan kekasihnya kembali, kadang bahkan sampai mengolok-olok namun aura berusaha tetap tegar dan teguh pada janjinya.
“ eh lihat tuh, cewek yang masih ngarepin febrian seorang bintang remaja terfavorit. Gak tahu malu banget ya?” kata seorang siswi pada temannya menunjuk aura yang sedang berjalan
“ia sih bangga udah pernah jadi pacarnya, tapi ngaca dong sekarang udah jelas-jelas febrian tuh sama clara cocok banget tau gak sih!!” kata temannya yang lain
“eh, sama gue aja lebih cocok tahu!”
Aura segera berlari menuju tempat yang sepi, ia menangis sejadi-jadinya. Ia merasa terkucilkan dengan semua orang disekitarnya yang selalu menyindirnya. Ia juga merasa kecewa dengan sikap febrian, ia terlanjur percaya pada kata-kata manisnya. Padahal selama ini ia selalu menolak setiap lelaki yang ingin menjadikannya pacar, karena ia masih sangat mencintai febrian. Akhirnya aura berniat untuk ikut pindah ke Jakarta, untungnya ia mempunyai nenek di sana, jadi ia bias tinggal dirumah neneknya. Selama perjalanan ia selalu terpikirkan oleh febrian, karena ia masih merasa febrian adalah masih sebagai kekasihnya. Ia meminta kepada neneknya untuk satu sekolah dengan febrian. Setelah mencari imformasi dari berbagai sumber, akhirnya ia menemukan tempat febrian sekolah.
Saat pertama kali masuk sekolah, aura melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau febrian sedang bergandengan tangan dengan Clara. Walaupun ia merasa cemburu dan sakit hati, namun ia mampu mengendalikan perasaannya karena ia tahu mereka berdua merupakan orang yang terkenal di sekolahnya. Aura mencari waktu tenggang antara febrian dan clara untuk berpisah. Akhirnya clara pun di panggil temannya sehingga febrian sendirian.
“ Feb, febrian.apakah kamu masih kenal aku?” panggil aura di balik pohon
“ siapa itu? Sepertinya aku kenal suara itu tapi kayaknya temen-temen gak ada yang manggil aku febri tapi brian.” Bisik febrian lirih sambil menoleh kearah suara itu
“ jangan sombong kau!” kata aura menampakkan dirinya
“ aura ?” kata febrian kaget
“ dasar pembohong! Kamu bilang kamu cinta sama aku, kamu gak akan ngelupain aku, buktinya apa feb? setelah kamu terkenal kamu lupa semuanya, bahkan kamu pacaran sama cewek lain, aku yang selalu setia aku selalu menolak semua laki-laki malah dibiarkan menunggu tanpa kepastian, aku kecewa, aku sakit hati sakit banget, aku gak nyangka kamu setega ini sama aku, aku benci banget sama kamu!!!!” aura pun menangis dan pergi meninggalkan febrian
“ra, tolong dengarin penjelasan aku dulu aku gak akan pernah mutusin kamu, aura?!!!” panggil febrian berulang-ulang
Lama-kelaman hubungan aura dan febrian di masa lalu di ketahui oleh Clara, ia merasa sedih telah merusak hubungan mereka berdua. Bahkan clara berniat merelakan brian kepada aura. Namun salsa teman clara tidak menerima hal itu. Berulang kali ia mengancam Aura untuk mendekati brian lagi.
“ ra, denger loe ya, kalau sampai gue lihat loe deketin brian, gak ada ampun buat loe.” Gertak salsa pada aura
Aura pun hanya terdiam tidak membalas gertakan salsa, ia juga masih bingung ia harus merelakan febrian dengan kekasih barunya tetapi dia juga masih mencintai febrian. Akhirnya Febrian pun memutuskan Clara. Tentu saja hal itu membuat clara menjadi sangat sedih, ia menjadi sering menangis karena febrian satu-satunya cowok yang ia cintai, seorang sosok yang baik hati dan pengertian. Salsa menjadi sangat marah, ia mencari Aura dan memaki-makinya dengan kata-kata yang kasar.
“dasar cewek murahan! Beraninya loe ngerebut cowok temen gue, loe piker loe tuh siapa hah?” kata salsa sambil menjambak-jambak rambut aura
“aku tuh gak pernah ngerebut febrian, dia tuh cowok aku dari dulu! Justru clara yang udah ngerebut dia dari aku.” Kata aura tanpa perlawanan
Clara mencoba menenangkan mereka berdua dan menjelaskan semuanya kepada salsa namun salsa tidak mau mendengar ucapan clara. Dicky teman dekat febrian segera menelpon febrian yang sedang mengikuti latihan tournament basket nasional di SMA lain. Febrian segera menuju kesana dengan tergesa-gesa, dalam pikirannya diliputi rasa cemas dan gugup, ia merasa sangat bersalah dengan semua yang terjadi antara aura dan clara. Tiba-tiba saja konsentrasinya hilang.
“bruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkk……………..”
Ia tidak melihat sebuah mobil dari arah depan berseberangan dengan dirinya, Ia tergelincir dari motornya dan terluka parah pada bagian kepalanya. Pengemudi mobil segera membawanya ke rumah sakit. Tak berapa lama kemudian beberapa polisi ke sekolah dan mengabarkan tentang hal tersebut. Dicky yang tidak sengaja melewati teras ruang kepala sekolah segera menuju salsa yang masih memaki-maki aura.
“ udah hentiin sa. Kamu tau gak febrian kecelakaan dan keadaaannya parahsekarang dia lagi di rumah sakit.” Kata dicky dengan panic
Semuanya tampak terkejut, terutama clara dan aura mereka berdua spontan menangis dan lesu. Kemudian mereka langsung ke rumah sakit, ternyata kondisi febrian masih komma karena luka yang parah di kepalanya. Sehingga ia di rawat di ruang ICU.
“ apa keluarga febrian sudah di kabari yang di Surabaya?” Tanya aura sambil tersedu-sedu
“alah loe gak usah sok care deh! Ini semua tuh gara-gara loe, kalau loe gak disini brian gak bakalan kaya gini, loe tuh Cuma pembuat masalah!” bentak salsa pada aura dan hamper memukulnya
Clara dan dicky berusaha menahan salsa.
“udah udah, ini tuh rumah sakit, bias gak sih kamu diem!” kata dicky
Setelah menunggu setengah jam, hanya dua orang yang di ijinkan masuk oleh dokter untuk melihat febrian. akhirnya clara dan aura lah yang sepakat masuk untuk melihat keadaan febrian sekarang. Clara spontan memeluk tangan febrian sambil menangis.
“ brian, kenapa bisa begini. Aku sayang banget sama kamu. Aku mohon kamu bertahan ya?” rintih clara sambil tersedu-sedu
Aura masih berdiri terpaku melihat febrian yang berbaring sekarat tanpa daya, air matanya mengalir seperti banjir yang tidak bisa di bendung. Kemudian ia keluar dan meninggalkan clara sendiri. Ia menutup pinti dengan begitu perlahan. Kemudian ia berjalan begitu pelan seperti jiwanya terhempas dan tak mempunyai tenaga. Ia merasa sangat bersalah dengan semua kejadian itu. Dicky segera berdiri dan menepuk-nepuk bahunya.
“ kalau aja, aku gak bersikeras pergi ke Jakarta semua gak akan terjadi seperti ini.” Bisik aura lemas
“ udahlah ra, aku tau gimana perasaan kamu, sebenarnya febrian tuh sering cerita tentang kamu tapi dia sendiri juga ragu, cewek sebaik kamu bisa setia nunggu dia. Kadang dia juga ngerasa dia tidak pantas buat kamu, karena dia selalu bikin kamu kesal.”
“tapi bukan gini caranya! kenapa dia gak mutusin aku dari dulu kalau memang dia gak suka sama aku, sekalian aku sakit hati dan gak usah ngarepin dia lagi. Seharusnya aku juga tidak boleh egois buat pertahanin dia dari clara, aku emang jahat aku emang pembuat masalah aku emang gak berguna………” kata aura berlari dan pergi sambil menangis.
Ketika aura sedang termenung di beranda samping rumah sakit, Febrian memanggil-manggil nama aura, tanpa pikir panjang aura segera menyuruh dicky untuk mencari aura dan menyuruh salsa untuk memanggil dokter. Dicky mencoba menelpon dan sms namun Hpnya aura tidak aktif, ia pun bergegas mencari di sekolah dan di rumah nenek nya, namun juga tidak ada. Setelah beberara menit kemudian dicky merasa capai dan putus asa ia kembali ke rumah sakit dan ia menemukan aura yang sedang duduk bersandar sambil melamun, matanya masih bengkak dan tersedu-sedu. Ia segera menghampiri aura.
“ra, cepetan ke atas, febrian manggil-manggil kamu terus.” Kata dicky tergesa-gesa
Aura mengusap air matanya dan segera berlari menuju kamar febrian, setelah ia membuka pintu terlihat beberapa perawat yang masih sibuk menyiapkan sesuatu. Clara hanya berdiri dan menangis berpelukan dengan salsa. Aura duduk disamping febrian yang terlihat pucat pasi di sekujur tubuhnya.
“feb, aku udah disini, di samping kamu, kamu mau ngomong apa?” kata aura pelan dan tenang
“febrian, kok diem aja sih, katanya mau ngomong sama aku beib?” kata aura mulai meneteskan air mata lagi seolah ia mulai mengetahui kalau febrian sudah meninggal dunia
“ ra, febrian udah meninggal.” Kata clara tersedu menahan isaknya
ia mulai membendung air matanya karena dia tidak pernah membayangkan hal itu bisa terjadi.
“ kenapa dia pergi secepat ini? Dia masih muda. “ bisik aura dalam hati
Ia berdiri kemudian duduk diluar kamar, ia hanya terdiam, dan masih tidak percaya perawat-perawat itu mulai menutup hidung febrian. mama febrian pingsan dan penyakit jantungnya kambuh lagi sehingga tidak bisa pergi ke Jakarta.
Setelah melihat pemakaman putranya itu, papa febrian merasa bersalah membiarkan putranya sendirian di Jakarta. Ia memeluk aura dan menceritakan semua keluh kesahnya. Ia berkata tidak akan membawa putrinya meysha ke kota besar.
Dulu , aura selalu berharap kapan febrian akan kembalu ke pelukannya lagi, setelah ia menjadi seorang bintang terkenal, ternyata ia tidak akan kembali selama-lamanya
by jenny @2008
No comments:
Post a Comment