Friday, 26 February 2010
LOVE SUNSHINE
By Jen Brietta
episode 1
" once upon a time there is a girl named Georgianna Schue, She is only semester 1 student emptyland university of indonesia with subject international relation who lives near Joveromana beach, one day she meet a stranger boy stephanus romenlord who is senior high school student. . .what will happen to them? ? Let's check it out !
Senja menyapa, matahari pun mulai menghilang dari pandangan mata, kapal-kapal nelayan mulai enggan terlihat hanya deburan ombak mengguyur pasir putih itu. Seorang gadis muda duduk dibawah nyiur nan tinggi memandang jauh ke dalam pesona laut sore itu. Georgianna, begitulah nama panjangnya dan akrab dengan sebutan jian atau ji. Jian masih melamun ditengah cahaya merah yang terus meredup. Ia terbayang oleh kata-kata ibunya tadi malam.
” ji, ibu harap kamu benar-benar menjadi orang yang sukses. Walaupun ayah dan ibu telah mempunyai deposito untuk sekolah kamu dan adikmu tapi bukan berarti kami punya uang berlebih, suatu saat nanti ayahmu juga pasti pensiun sebagai kepala. Jika nilai kamu masih C atau D, mungkin sudah gak ada biaya lagi atau adikmu yang jadi korban.”
”uhh...” gerutu jian sambil melempar sebuah batu jauh ke laut.
( air cipratan batu itu mengenai Steve yang sedang berfoto-foto di tepi laut)
Steve bangun dan mencari siapakah yang melempar batu itu. Kemudian ia mencurigai jian yang terus menerus melempar batu ke laut. Dengan kesal dan marah steve menghampiri jian. Namun terhenti, mendengarkan jian mengoceh sendiri. Ia memperhatkan jian dari suatu sudut pohon yang berdekatan dengan jian.
” ibu tuh gak tau! Soalnya tuh sulit-sulit, mana bisa Qum-laude, IQ ku aja pas-pasan.” gumam jian
” bisa kok, ingat gak kata pepatah there’s a will there’s a way.” Sambung steve
Jian menoleh kearah steve dengan keheran-heranan, “ heh, siapa kamu! nyambung-nyambung aja gak ada kabel tau.”
”justru kamu yang siapa, main lempar batu sembarangan. Nih bajuku basah semua.”
”emang aku pikirin, siapa suruh duduk disitu.”
”dasar, cewek gak punya tata krama.”
Jian terdiam mendengar ucapan steve, belum pernah sebelumnya seorang pun berkata sekasar itu. Mereka saling berpandangan dengan penuh rasa dendam. Namun tanpa terasa mata jian tampak berkaca-kaca.
”ngapain kamu disitu! Pergi darisini. Pergi!”
”ok, aku pergi. Lagian siapa juga yang mau lama-lama sama kamu.”
...............................................................................................................................................
Steve masih teringat pengalamannya kemarin, gara-gara gadis itu acara pemotretan jadi gagal karena bajunya basah kuyup.
”sial banget tuh cewek, bukannya minta maaf malah bentak-bentak kaya paling cantik sendiri aja.” gumam steve kesal
”siapa yang ngerasa paling cantik?” tanya lucas
”kemarin, pas mau pemotretan kebetulan aku lagi jalan di tepi laut cari cahaya yang bagus eh ada cewek ngelempar batu deket posisi GUE bajuku basah kuyup, udah gitu gak ada baju cadangan lagi. Yang paling bikin kesal, bukannya minta maaf malah bentak-bentak GUE, gila... udah hancurin acaraku bentak-bentak sekalian.”
Lucas tertawa geli, ” terus cewek itu kamu apain, paling juga dibiarin aja. Aku tau bro kamu tuh gak bisa galak sama cewek.”
Steve terdiam dengan wajahnya yang masih cemberut dalam pandangan kosong, sesekali memain-mainkan bola basketnya secara iseng.
”sudahlah, gak usah dipikirin lagi, anggep aja sebagai cobaan jadi model pemula . Ok! Eh denger-denger cathania terpilih jadi captain cheerleader ya, deket dunk nih.” sindir lucas
”biasa aja, buat apa mikirin dia. Mendingan mikirin basketball & cricket GUE aja.”
“justru itu, kamu jadi mudah dapetin sang primadona sekolah kita itu. Secara, kamu dan dia sama-sama jadi captain, iya gak?”
”kamu pikir, segampang itu? Lihat ke belakang ada berapa ratus serdadu yang siap menyerang. Saingannya terlalu banyak, lagian aku juga lagi fokus sama photographer.”
”oh, yang hadiahnya jalan-jalan ke tokyo itu. Kalau menang ajak aku yah.”
”so pasti.”
...............................................................................................................................................
Hari ini steve berkeinginan mengambil gambar untuk mengikuti great photographer competition dengan timnya. Pemandangan senja pantai Joveromana merupakan targetnya hari ini. Sesekali ia memandang ke sebuah pohon ketika dia bertemu jian, ia menjadi kesal kembali. Dan menendang kerikil-kerikil ke segala arah.
”aww.....” terdengar seorang gadis menjerit dan menghampirinya
”puas lo!udah ngelempar batu ke aku. Ok, kita udah seimbang, please jangan ganggu aku lagi.oh ya satu lagi, sorry kalau dulu aku dah kasar sama kamu, aku gak sengaja.” Jian beranjak pergi
“eh tunggu, semuanya kan udah kelar, sekarang apa kita ngomong secara baik baik?”
Jian hanya menganggukkan kepalanya pelan, entah kenapa ia menurut saja kepada steve tanpa ada kesal, marah, ataupun benci. Kemudian mereka duduk-duduk di sebuah caffetaria yang dekat sekali dengan laut.
”nama?” tanya steve
”georgianna, panggil aja jian.kamu?”
”stephanus, nicknya steve.”
”gaya banget sih, sok kaya bule aja.” gumam jian dalam hati
”sekolah dimana?”
Jian tertawa tawa mendengar ucpan steve yang lugu. ” aku udah kuliah, emangnya masih terlihat muda ya? Jangan-jangan kamu yang masih anak sekolahan.”
Steve tersenyum malu, ”ia, aku masih SMA”
”masih ingusan dunk.” sindir jian sambil tertawa-tawa
”maksud kamu?”
”masih kecil, jadi anak mami, dimanja-manja disayang-sayang sama mama papa. Uhhh...lucunya.” kata jian sambil mencubit pipi steve
” ok, kamu boleh nganggep aku sebagai anak kecil tapi aku gak manja.”
”ahh....masa sih?” kata jian sambil tertawa
”hmm...dan aku tuh gak punya papa....” steve menghentikan pembicaraannya
”masa? Papamu meninggal? Udah deh gak usah banyak ngarang, adik kecil mendingan kamu balik sebelum parent kamu nyariin. Kasihan kan.” kata jian sambil terus tertawa.
”whatever ji, kamu emang cewek terburuk yang pernah aku temuin!” steve pergi
(bersambung)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment